Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

SEA Plus Youth Games debut 2028 sejalan dengan gagasan Negara Indonesia

SEA Plus Youth Games debut 2028 sejalan dengan gagasan Negara Indonesia

DKI Jakarta – Presiden Komite Olimpiade Filipina (POC) Abraham “Bambol” Tolentino menggagas penyelenggaraan turnamen olahraga multievent usia muda bertajuk SEA Plus Youth Games yang tersebut dijadwalkan pertama kali dilakukan dalam Manila pada 2028.

Gagasan yang disebutkan sejalan dengan inisiatif Komite Olimpiade Negara Indonesia (KOI/NOC Indonesia) yang tersebut sebelumnya menyatakan rencana perluasan format SEA Games melalui konsep SEA Games Plus pada 2028.

Dilansir laman resmi OCA, Jumat, SEA Plus Youth Games dirancang sebagai event pembinaan atlet berusia 17 tahun ke bawah di kawasan Asia Tenggara, sekaligus berubah jadi sarana persiapan menuju Asian Youth Games (AYG) serta Youth Olympic Games (YOG).

Tolentino mengutarakan kompetisi yang disebutkan akan diselenggarakan setidaknya satu tahun sebelum AYG dan juga diselenggarakan secara dwitahunan agar selaras dengan kalender AYG, yang mana merupakan kompetisi olahraga terbesar kedua di dalam Asia pasca Asian Games juga dihadiri oleh oleh 45 negara.

“SEA Plus Youth Games berubah menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini agar lebih lanjut siap bersaing ke Asian Youth Games kemudian Youth Olympic Games,” kata Tolentino.

Ia menyampaikan gagasan yang disebutkan telah dilakukan memperoleh dukungan dari sembilan Presiden Komite Olimpiade Nasional (NOC) anggota SEA Games, yakni Thailand, Indonesia, Malaysia, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, serta Timor Leste. Bantuan juga datang dari Olympic Council of Asia (OCA).

Menurut Tolentino, Direktur Jenderal OCA Husain Al Musallam telah terjadi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SEA Plus Youth Games pada penghadapan para anggota pendiri.

Sementara itu, konsep “SEA Plus” sebelumnya juga sudah digagas oleh Indonesia. Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menyatakan Tanah Air menginisiasi perluasan SEA Games dengan membuka potensi keikutsertaan negara di luar Asia Tenggara.

“Kami berinteraksi dengan beberapa negara untuk menginisiasi SEA Games agar diperluas. Jadi ada satu kaukus baru yang tersebut namanya SEA Plus,” kata Okto pada jumpa pers dalam Jakarta, Rabu (24/12) lalu.

Menurut Okto, konsep yang disebutkan membuka prospek keikutsertaan negara seperti Bhutan, juga negara-negara Oseania, antara lain Selandia Baru lalu Fiji. Australia juga diproyeksikan menjadi salah satu negara undangan.

Ia menyampaikan rencana awal SEA Games Plus edisi pertama dijadwalkan dijalankan di Filipina pada 2028 lalu diharapkan dapat berubah jadi tolok ukur baru sekaligus batu loncatan atlet menuju level kompetisi yang digunakan lebih banyak tinggi.

“Selama ini SEA Games semata-mata dihadiri oleh 11 negara. Dengan konsep ini, jumlah agregat kontestan akan bertambah sehingga menjadi event ukur yang tersebut lebih tinggi kompetitif,” ujar Okto.

Okto menyampaikan konsep SEA Games Plus dapat lebih besar memprioritaskan cabang olahraga Olimpiade. Menurutnya, penyelenggaraan SEA Games kerap dipengaruhi kepentingan tuan rumah untuk mengejar peringkat juara umum.

“Ke depan, multievent yang dimaksud menggunakan anggaran besar harus memprioritaskan cabang-cabang Olimpiade,” kata Okto.

SEA Plus Youth Games edisi perdana ke Manila pada 2028 direncanakan memperlombakan dua cabang olahraga wajib, maksimal 12 cabang olahraga Olimpiade, hingga lima cabang olahraga Asia non-Olimpiade, dan juga satu cabang olahraga tradisional dengan maksimal enam nomor pertandingan.

Istilah “Plus” merujuk pada keikutsertaan minimal satu NOC Asia dari luar kawasan Asia Tenggara pada setiap edisi guna meningkatkan kualitas persaingan atlet muda kawasan.