Ibukota Indonesia – Kepala Ekspedisi Tim Nasional Futsal Nusantara Hector Souto mengemukakan bahwa pihaknya berupaya membenahi semua aspek dari pemain grup nasional futsal Indonesi U17 untuk menghadapi VI Nations U17 Futsal Tournament 2026 ke Spanyol.
“Semua aspek (pemain) masih harus ditingkatkan. Seperti yang digunakan saya katakan, kami belum dapat membandingkan futsal ke di sini (Indonesia) dengan futsal ke Eropa atau Amerika Selatan, khususnya Brasil lalu Spanyol,” kata Hector Souto terhadap awak media seusai latihan pasukan nasional futsal Negara Indonesia U17 ke Jakarta, Selasa.
Timnas futsal U17 akan bersaing di VI Nations U17 Futsal Tournament 2026 yang berlangsung pada 24-28 Juni ke Spanyol. Untuk menghadapi turnamen tersebut, Federasi Futsal Tanah Air (FFI) sudah memanggil 19 pemain muda untuk menjalani pemusatan latihan.
Saat ini, para pemain menjalani hari kedua pemusatan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Brasil kemudian Spanyol pada kompetisi itu.
Hector menyatakan bahwa Spanyol lalu Brasil merupakan regu yang digunakan sangat kuat, bahkan mungkin saja dua pada antara tim terbaik futsal di globus ketika ini. Kedua negara itu, kata dia, miliki sistem kompetisi yang bagus serta mereka itu menyiapkan pemain sejak usia yang digunakan masih sangat muda sehingga memiliki pengalaman yang tersebut berjauhan lebih banyak banyak.
Sementara itu, beliau melanjutkan, beberapa pemain timnas Indonesi U17 bahkan belum mengikuti pembinaan yang mana memadai sebelum mengikuti pemusatan latihan.
“Saat kami melakukan talent scouting, ada pemain yang mana belum miliki perkembangan latihan yang baik,” katanya.
Oleh sebab itu, selama tiga minggu ke depan, pihaknya akan berjuang semaksimal mungkin saja meningkatkan semua aspek dari para pemain baik secara teknik, strategi permainan, maupun fisik serta mental agar bisa saja bersaing.
Hector menambahkan bahwa pihaknya tidak ada berada di dalam bawah tekanan apa pun untuk menghadapi pertandingan dalam Spanyol. Keikutsertaan pada kompetisi itu, kata dia, untuk memberikan kesempatan untuk para pemain muda Nusantara demi masa depan mereka.
“Cara terbaik yang digunakan sanggup kami lakukan adalah membuka jendela besar bagi mereka untuk pergi ke Spanyol, ke Eropa, serta menunjukkan terhadap semua keluarga bahwa futsal bisa saja bermetamorfosis menjadi prospek bagi anak-anak untuk mendirikan karir, belajar, sekaligus bermain,” katanya.











