Kota Moskow – Memorandum antara Iran juga Amerika Serikat tidaklah menyebutkan inisiatif rudal balistik Iran, demikian Utama Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Selasa (23/6).
“Tanpa ragu saya katakan [isu] rudal balistik tiada pernah bermetamorfosis menjadi subjek pembahasan antara Iran serta Amerika Serikat. Sama sekali tidak ada dibahas, juga tiada disebutkan pada MoU. Jika Anda membaca kondisi dan juga ketentuannya, tidaklah ada penyebutan rudal balistik serupa sekali,” kata Sharif pada waktu konferensi pers bersatu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di dalam Pakistan.
Dia menambahkan bahwa seharusnya tiada ada standar ganda antara negara-negara yang dimaksud berbeda terkait isu kepemilikan rudal balistik.
Pada 18 Juni dini hari, Iran lalu Negeri Paman Sam sudah menyetujui secara resmi memorandum secara jarak sangat untuk mengakhiri konflik militer yang mana berlangsung sejak 28 Februari.
MoU yang dimaksud juga menetapkan tenggat waktu bagi Negeri Paman Sam untuk mencabut blokade angkatan laut, juga bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berazam untuk tidak ada memperoleh senjata nuklir, dengan isu inisiatif nuklir Iran akan diselesaikan melalui kesepakatan terpisah.
Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah pencabutan sederet sanksi yang mana dijatuhkan kepadanya.














