Ibukota Indonesia – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan infrastruktur yang dimaksud lengkap juga cuaca yang dimaksud sangat menggalang berubah menjadi alasan timnas Negara Indonesia memilih mengadakan pemusatan latihan (TC) dalam Bali mulai Mulai Pekan (5/7) untuk persiapan ASEAN Hyundai Cup yang digunakan dulu dikenal dengan Piala AFF.
Turnamen sepak bola paling bergengsi dalam Asia Tenggara ini akan diselenggarakan pada 24 Juli sampai 26 Agustus.
Alasan mirip disampaikan Cahya Supriadi kemudian Rayhan Hannan, yang masuk skuad yang menjalani TC di dalam Bali awal bulan ini.
“Lapangannya banyak, ada tempat gym juga. Jadi kemungkinan besar setelahnya latihan dapat secara langsung gym, atau sebelum latihan ke lapangan bisa jadi gym dulu. Menurut saya tindakan melakukan TC dalam Bali telah tepat,” kata Cahya pada acara Water Break yang digunakan diselenggarakan PSSI Pers di dalam DKI Jakarta Selatan, Jumat.
Bagi Hannan, Bali berubah menjadi lokasi yang digunakan tepat untuk TC, apalagi TC kali ini dilakukan pada suasana off season.
“Suasananya kemungkinan besar agak berbeda kalau TC dalam Bali. Selain fasilitas, kalau pada Ibukota Indonesia yang kita lihat bangunan semua. Kalau di Bali suasananya lebih lanjut segar,” ucap pemain Persija itu.
Piala AFF 2026 akan diselenggarakan mulai a24 Juli sampai 26 Agustus menggunakan sistem round-robin di fase grup, ke mana 10 kelompok dibagi menjadi dua grup serta setiap pasukan memainkan dua laga lumbung dan juga dua laga tandang.
Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke sesi gugur yang memainkan sistem dua ronden pada semifinal serta final.
Indonesia membidik penghargaan juara pertamanya serta tergabung di Grup A dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, juga Timor Leste.
Sumardji menyatakan skuad final untuk pertandingan ini diperkirakan diisi sekitar 26 pemain, yang digunakan mayoritas penggawa Super League.
“Untuk kejuaraan Hyundai Cup tahun 2026 ini memang benar betul-betul kita persiapkan sebaik-baiknya. Karena kembali lagi, kita berbicara persoalan target yang mana memang sebenarnya harus dapat kita capai dengan baik,” tutur Sumardji.















