Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

BPKP raih opini WTP ke-18 kali secara berturut-turut dari BPK

BPKP raih opini WTP ke-18 kali secara berturut-turut dari BPK

Ibukota – Badan Pengawasan Keuangan serta Pembangunan (BPKP) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-18 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Opini yang disebutkan diberikan menghadapi pemeriksaan terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) menghadapi Laporan Keuangan (LK) BPKP Tahun 2025 kemudian Laporan Keuangan Pinjam pakai ADB (Asian Development Bank) STAR AF (State Accountability Revitalization Additional Financing) Tahun 2025, dan juga diterima segera oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dari Anggota III BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III Akhsanul Khaq di Jakarta, Senin.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih terhadap teman-teman semua yang tersebut sudah ada bekerja keras selama ini, dan juga kita akan terus memperbaiki,” ujar Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

Selain menyematkan opini WTP, BPK juga memberikan penghargaan berhadapan dengan komitmen BPKP pada menyelesaikan perbuatan lanjut hasil pemeriksaan yang digunakan persentasenya menembus bilangan 98,38 persen.

Capaian yang dimaksud menempatkan BPKP bermetamorfosis menjadi instansi dengan capaian tingkat penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan peringkat terbaik di dalam lingkup Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (DJPKN) III, sehingga diharapkan dapat memotivasi kementerian/lembaga (K/L) lain yang digunakan tingkat penyelesaiannya masih berada dalam bawah rata-rata nasional.

Merespons hasil capaian-capaian tersebut, Ateh juga menggalang ajakan kolaborasi juga sinergi BPK pada meningkatkan akuntabilitas pengelolaan serta tanggung jawab keuangan negara.

“Saya ada satu keyakinan bahwa tiada kemungkinan besar kita memperbaiki urusan negara ini sendirian, kolaborasi berubah menjadi penting,” ujar Ateh.

Anggota III BPK Akhsanul Khaq turut mengapresiasi lebih tinggi melawan tata kelola keuangan BPKP yang digunakan terus membaik.

“BPK mencatat adanya penurunan signifikan pada jumlah total temuan pemeriksaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap dia.