Kota Moskow – Direktur Jenderal Organisasi Kesejahteraan Bumi (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan jumlah agregat orang yang terluka meninggal akibat wabah Ebola ke Republik Demokratik Kongo telah terjadi mencapai 796 orang.
“Sejauh ini sudah pernah dilaporkan 2.073 perkara dengan 796 kematian,” kata Tedros pada konferensi pers, Kamis (16/7).
Ia menambahkan, pada tindakan hukum wabah Ebola yang dimaksud melanda Republik Demokratik Kongo sepanjang 2018–2019, diperlukan lebih banyak dari 10 bulan hingga total tindakan hukum terkonfirmasi mencapai 2.000 kasus.
Pada 17 Mei lalu, WHO menetapkan wabah Ebola ke Republik Demokratik Kongo serta Uganda sebagai kedaruratan kesegaran rakyat yang mana bermetamorfosis menjadi perhatian internasional.
WHO menganggap risiko penyebaran wabah ke kawasan yang tersebut lebih besar luas masih besar sehingga diperlukan penguatan langkah-langkah penanganan kemudian pengawasan ke negara-negara terdampak.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA














