Istanbul – Serangan Amerika Serikat menghantam Bandara Iranshahr ke Iran tenggara pada hari terakhir pekan dini hari waktu setempat yang tersebut menyebabkan satu pemukim terluka dan juga menghancurkan sarana kelistrikan dan juga sebuah tangki material bakar.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa sedikitnya satu proyektil Amerika Serikat menghantam bandara yang digunakan berada ke Provinsi Sistan juga Baluchestan, sehingga memulai pemadaman listrik.
Laporan itu menambahkan bahwa satu warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Serangan ke Bandara Iranshahr berlangsung sewaktu operasi militer Amerika Serikat terus berlanjut di dalam wilayah selatan Iran. Industri Media Iran melaporkan sebagian jembatan dalam dekat Bandar Khamir turut berubah jadi sasaran serangan, sementara ledakan juga kerusakan juga dilaporkan terjadi pada Bandar Abbas, Bushehr, Pulau Qeshm, Sirik, dan juga Ahvaz.
Ketegangan di dalam kawasan meningkat sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan juga negara Israel melancarkan ofensif bersatu terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan rudal dan juga drone yang digunakan memiliki target negara-negara Teluk yang bermetamorfosis menjadi kedudukan aset militer AS.
Iran serta Amerika Serikat bulan setelah itu menyetujui secara resmi nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dengan tujuan mengakhiri konflik lalu mencapai perjanjian perdamaian jangka panjang.
Namun, di beberapa hari terakhir ketegangan kembali meningkat akibat perselisihan terkait Selat Hormuz, yang memicu saling serang antara kedua pihak.
Sumber: Anadolu














