DKI Jakarta – Tunggal putra Negara Indonesia Moh Zaki Ubaidillah memetik pelajaran berharga dari permainan rapi Anders Antonsen walaupun harus tersingkir pada fase 16 besar BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026.
Ubed, sapaan untuk Ubaidillah, kalah dari unggulan ketiga dengan syarat Denmark yang dimaksud dua gim segera 12-21, 19-21 dalam Tokyo, Jepang, Kamis.
“Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih banyak dapat lalu mengerti cara bermain yang mana tepat. Saya berbagai belajar bagaimana ia sangat rapi kemudian tidak ada mau ringan meninggal sendiri,” kata Ubed pada penjelasan resmi PBSI yang mana diterima ke Jakarta, setelahnya laga.
Ubed kesulitan mengimbangi tempo permainan Antonsen pada gim pertama. Tekanan yang dimaksud diberikan pemain peringkat berhadapan dengan bumi itu menyebabkan Ubed belum mampu mengembangkan pola permainannya.
“Gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia,” ujar Ubed.
Pemain berusia 19 tahun yang dimaksud mulai menemukan ritme pada gim kedua. Ia mampu membaca arah permainan lalu memberikan perlawanan tambahan ketat hingga mendekati poin-poin akhir.
Namun, prospek Ubed menunda pertandingan pupus pasca terpancing meladeni permainan depan Antonsen yang mana sudah mengantisipasi pola serangannya.
“Di gim kedua pelan-pelan saya telah mulai tahu cara mainnya serta bola-bolanya beliau sudah ada saya jaga juga. Tapi dalam akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya lalu beliau telah bisa jadi antisipasi permainan saya,” kata Ubed.
Meski belum mampu melangkah lebih lanjut jauh, Ubed kekal mensyukuri pengalaman pada penampilan perdananya di dalam kompetisi BWF World Tour Super 750.
Ia sebelumnya menyeberangi putaran pertama, tetapi mengaku belum puas dengan hasil akhir yang digunakan diraih di dalam Tokyo.
“Cukup senang dapat menang dalam putaran pertama kemarin, debut dalam Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas,” ujar Ubed.
Setelah Japan Open, Ubed masih menanti prospek tampil pada China Open 2026 dikarenakan berada ke urutan pertama daftar tunggu.
“Saya masih daftar tunggu nomor satu di dalam China Open minggu depan, semoga mampu main tapi di dalam sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik,” kata Ubed.
Kekalahan Ubed menimbulkan Alwi Farhan berubah jadi satu-satunya tunggal putra Nusantara yang dimaksud tersisa ke Japan Open 2026 pasca menjamin tempat di dalam perempat final.












