DKI Jakarta – Ketua Penyelenggara sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, menyampaikan penyelenggaraan perlombaan equestrian internasional AEF/Mantena Cup Ibukota 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition berubah jadi kompetisi persiapan atlet berkuda Tanah Air menuju Asian Games 2026 di dalam Prefektur Aichi-Nagoya, Jepang.
Berlangsung pada Equinara Horse Sports, DKI Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Ibukota Indonesia Timur, Sabtu-Minggu (27-28/6), kompetisi dalam bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) serta Federation Equestre Internationale (FEI) ini memperlombakan nomor Borrowed Horse Competition.
Format perlombaan ini dikenal sebagai salah satu kelas paling menantang pada olahraga berkuda sebab setiap atlet harus beradaptasi dengan kuda hasil undian yang tersebut baru mereka kenal mendekati pertandingan.
“Pertandingan ini merupakan pertandingan terbesar Asian Equestrian Federation yang dimaksud pernah diselenggarakan pada Indonesia. Hal ini juga bermetamorfosis menjadi bagian dari persiapan kita menuju Asian Games Nagoya,” ujar Adinda di jumpa pers pasca acara membuka ke Equinara Horse Sports, Ibukota Indonesia Timur, Sabtu.
Menurutnya, sistem borrowed horse menguji kualitas sesungguhnya manusia rider oleh sebab itu keberhasilan tak cuma ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga kecepatan memulai pembangunan chemistry dengan kuda yang dimaksud baru pertama kali ditunggangi.
“Kuda-kuda diundi sehingga para atlet baru mengetahui pasangan kudanya sehari sebelum bertanding. Karena itu, kemampuan adaptasi bermetamorfosis menjadi aspek yang tersebut sangat menentukan,” ucap Adinda.
Pada hari pertama, atlet berkuda Negara Indonesia unjuk gigi menghadapi atlet-atlet Asia yang digunakan mengikuti turnamen ini. Adapun, kompetisi ini dihadiri oleh oleh 13 negara, yaitu Indonesia, Australia, Thailand, Hong Kong, Pakistan, Malaysia, Iran, Singapura, Oman, Uzbekistan, Korea, India, kemudian Taiwan.
Dalam kelas utama AEF/MANTENA Cup CSI1 Borrowed Horse Competition 110 cm*, rider perwakilan Nusantara Ramdani Tri Haryanto menempati tempat kedua dengan catatan waktu 58,13 detik, hanya sekali kalah dari duta Iran Arvin Moradibidhendi yang digunakan meninggalkan sebagai juara dengan 56,62 detik. Tempat ketiga ditempati perwakilan Australia Zara Young dengan waktu 59,32 detik.
Tak hanya sekali itu, Indonesia juga menempatkan tiga rider dalam enam besar klasemen akhir. Selain Ramdani, ada juga Yosua Nicholas Pamoto Ulum di sikap keempat dengan waktu 52,45 detik, namun terkena empat jump penalti, sementara Aisha Meidina Hakim di dalam sikap keenam dengan 76,64 detik dengan dua time penalti serta empat jump penalti.
Prestasi ini, kata Adinda, menjadi sinyal positif bahwa kualitas atlet nasional semakin mampu bersaing dengan negara-negara berkuda terbaik di dalam kawasan Asia mendekati Asian Games 2026, dengan Nusantara pada event ini rencananya akan turun pada nomor individual lalu regu pada disiplin dressage, eventing, dan juga show jumping.
“Kita sangat puas dengan hasil rider Indonesi hari ini. Indonesia sangat bersaing di dalam level Asia. Dari enam besar, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Ini adalah berubah jadi sesuatu yang mana sangat membanggakan,” ucap dia.
Ketua Harian PP Pordasi Muhammad Chaidir Saddak memaparkan hasil yang dimaksud merupakan buah dari pembinaan jangka panjang yang terus diwujudkan federasi.
“Kami sedang mempersiapkan atlet untuk Asian Games. Saat ini atlet-atlet nasional juga menjalani kegiatan latihan lalu mengikuti beberapa jumlah pertandingan dalam Eropa sebagai bagian dari persiapan,” ujarnya.
Eddy juga mengungkapkan perkembangan atlet muda Nusantara terus menunjukkan tren positif. Bahkan, untuk pertama kalinya Negara Indonesia akan mengirimkan duta pada Olympic Youth Games pada Dakar, Senegal.
Ajang internasional yang dimaksud untuk pertama kalinya dilakukan di Indonesi ini resmi dibuka oleh Menteri Perekonomian Kreatif RI Teuku Riefky Harsya. Seremoni inisiasi juga dihadiri Sekretaris Daerah DKI Ibukota Indonesia Uus Kuswanto sama-sama beberapa pejabat lainnya, pengurus PP Pordasi, perwakilan AEF, FEI, juga tamu dari beraneka negara pesera.
Dalam sambutannya, Menteri Perekonomian Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan rasa bangganya lantaran Tanah Air dipercaya berubah jadi tuan rumah kompetisi berkuda internasional tersebut.
“Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesi lantaran dipercaya berubah jadi tuan rumah AEF/MANTENA Cup DKI Jakarta 2026, yang dimaksud untuk pertama kalinya diselenggarakan di tanah air,” kata Teuku Riefky.
Selain turnamen internasional AEF/MANTENA Cup, pada tempat yang serupa juga dilakukan Piala Pemimpin wilayah DKI Ibukota 2026 – Equinara Pulomas Open 2026, dalam mana pada hari pertama ini Nathanel Gabriel Stevano Menayang mengundurkan diri dari sebagai yang digunakan pertama pada CS-1 FEI CSIU25-A Jumping Competition 120 cm dengan waktu 61,70 detik tanpa terkena time penalti juga jump penalti.
“Persaingannya ketat. Tadi saya juga sempat nervous juga. Persaingan ketat dan juga partisipan terakhir bikin deg-degan. Tapi beruntung saya masih sanggup juara satu. Selisih dengan juara dua tuh 0 sekian detik,” kata Nathanael.
Berikut hasil hari pertama, Sabtu:
CS-2 FEI CSI1* Borrowed Horse Competition 110 cm Open
1. Arvin Moradibidhendi (Iran)
2. Ramdani Tri Haryanto (Indonesia)
3. Zara Young (Australia)
4. Yosua Nicholas Pamoto Ulum (Indonesia)
5. Akkara Konglapamnuay (Thailand)
6. Aisha Meidina Hakim (Indonesia)
CS-1 FEI CSIU25-A Jumping Competition 120 cm (DKI Ibukota Indonesia Governor Cup U-25)
1. Nathanael Gabriel Stevano Menayang (Indonesia)
2. Teuku Rifat Renanda Harsya (Indonesia)
3. Rasendriya Hiranya Rajasa (Indonesia)
4. Maritza Aliyah Wardana (Indonesia)
5. Teuku Muhammad Nur Fahri (Indonesia)
6. Lalu Yuda Pratama Riady Alwi (Indonesia)
7. Xaviour Rayvie Robot (Indonesia)















