Istanbul – Komando Pusat militer Amerika Serikat (AS) (CENTCOM) pada Hari Jumat menyatakan pasukan Amerika sudah mengakhiri serangan tujuh waktu malam berturut-turut terhadap Iran.
“Pasukan Amerika Serikat mengakhiri tujuh di malam hari serangan berturut-turut terhadap Iran pada 17 Juli pukul 9:30 di malam hari ET (18 Juli, pukul 01:00 WIB),” kata CENTCOM pada unggahan pada wadah media sosial AS, X.
Komando yang dimaksud menyebutkan bahwa pasukan Negeri Paman Sam berusaha mencapai web pengawasan, infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, serta kapabilitas maritim selama serangan terbaru tersebut.
CENTCOM menambahkan bahwa pasukan Amerika menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal perang, juga aset lainnya di operasi tersebut.
Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka terus menuntut pertanggungjawaban Iran dalam bawah arahan Presiden Donald Trump, sekaligus memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Lebih dari 50.000 personel militer Amerika beroperasi di dalam seluruh Timur Tengah dan juga kekal waspada, mematikan, dan juga siap siaga,” ujar CENTCOM.
Serangan terbaru terbentuk setelahnya pada Selasa (14/7), Amerika Serikat mengumumkan mereka telah terjadi melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang digunakan transit ke atau dari pelabuhan lalu wilayah pesisir Iran.
Ketegangan antara Negeri Paman Sam dan juga Iran meningkat pada beberapa pekan terakhir terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling melakukan serangan meskipun telah dilakukan ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang mana bertujuan mengakhiri peperangan serta mencapai kesepakatan perdamaian yang mana langgeng.
Sumber: Anadolu













