Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Devin/Faathir fokus benahi konsentrasi usai kalah pada final Macau Open

Devin/Faathir fokus benahi konsentrasi usai kalah pada final Macau Open

DKI Jakarta – Ganda putra Negara Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan bertekad memperbaiki fokus juga konsentrasi di pertandingan setelahnya berubah menjadi runner-up pada Macau Open 2026, Minggu.

Pasangan muda Nusantara itu mengkaji hilangnya fokus pada waktu berada di sikap unggul masih berubah jadi pekerjaan rumah yang tersebut harus segera dibenahi untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

“Untuk ke depannya evaluasi kami yang digunakan penting fokusnya dulu, sebab kami kerap sekali saat telah unggul malah tersusul,” kata Ali Faathir Rayhan pada informasi yang dimaksud diterima ke Jakarta, Minggu.

Devin/Faathir harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan Jin Yong / Lee Jongmin dengan skor 21-18, 19-21, 10-21 pada partai puncak kompetisi BWF World Tour Super 300 tersebut.

Pada pertandingan itu, Devin/Faathir sebenarnya tampil menjanjikan setelahnya merebut gim pertama 21-18. Mereka juga sempat berada pada melawan angin pada gim kedua dengan keunggulan 11-6 ketika interval dan juga memperlebar jarak bermetamorfosis menjadi 15-10.

Namun, pasangan Korea Selatan mampu bangkit dan juga menyamakan kedudukan berubah menjadi 16-16 sebelum merebut dua poin beruntun pada skor 19-19 untuk memaksakan laga ke gim ketiga.

Faathir memandang keberhasilan lawan mengejar ketertinggalan pada gim kedua berubah jadi peluang yang tersebut mengubah jalannya pertandingan.

“Tadi setelahnya berhasil mengejar ketertinggalan dalam game kedua, lawan lebih lanjut percaya diri jadi lebih banyak kuat dari segi defence-nya,” ujar Faathir.

Pada gim penentuan, Yong/Lee tampil dominan lalu terus menekan pasangan Indonesia. Devin/Faathir kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya menyerah 10-21.

Sementara itu, Devin Artha Wahyudi mengungkapkan kurang tenang ketika lawan mulai mengejar berubah jadi salah satu kendala yang tersebut merekan hadapi pada final.

“Alhamdulillah dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik dan juga tanpa cedera. Pertarungan tadi lawan kami cukup kuat. Kendala kami tadi, hilang fokus kemudian kurang tenang ketika terkejar,” kata Devin.

“Lawan unggul ke kuat lalu tahan pada lapangan juga lebih lanjut tenang pada waktu poin tertinggal maupun ketika poin unggul.”

Meski gagal meraih gelar kejuaraan juara, capaian runner-up menjadi hasil positif bagi Devin/Faathir yang dimaksud melaju ke final BWF Super 300 untuk pertama kalinya.