Ibukota – Ketum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Budisatrio Djiwandono mengungkapkan organisasi yang dimaksud telah lama mengeksplorasi lalu mengesahkan 10 Peraturan Organisasi (PO) terbaru di rapat pleno dalam Kantor Komite Olimpiade Nusantara (KOI), Jakarta.
Dia menjelaskan, penguatan regulasi organisasi merupakan bagian penting dari upaya mendirikan tata kelola bola basket Nusantara yang mana lebih tinggi baik.
“Kami paham bahwa pada penyelenggaraan apa pun, masih berbagai perbaikan yang harus terus diperbaiki sebagai induk organisasi, makanya rapat pleno bermetamorfosis menjadi kesempatan penting, sekaligus momen bersejarah sebagai komitmen dengan untuk membesarkan organisasi dan juga memajukan cabang olahraga bola basket,” kata Budisatrio, Jumat.
Lebih lanjut beliau menjelaskan, rapat yang dimaksud dihadiri oleh jajaran pengurus pusat secara hybrid, yakni secara langsung maupun daring.
Sebanyak 10 PO yang disebutkan mencakup pengaturan mengenai etik, disiplin, bentuk organisasi, musyawarah lalu rapat-rapat, penyelenggaraan kegiatan bola basket 5on5, tenaga keolahragaan bola basket 5on5.
Kemudian tentang minibasket, penyelenggaraan kegiatan kemudian pengelolaan tenaga keolahragaan bola basket 3×3, perpindahan olahragawan, pengelolaan kemudian penyelenggaraan keuangan, dan juga sistem audit.
Dia menambahkan, kemajuan bola basket Nusantara tidak ada dapat dilepaskan dari penguatan fondasi kelembagaan Perbasi sebagai rumah besar bola basket nasional.
Sebab, fondasi yang digunakan kuat berawal dari filosofi dan juga aturan tata kelola yang tersebut kokoh.
“Karena itu, DPP Perbasi melalui bidang organisasi, dukungan sekretaris jenderal, lalu pasukan telah terjadi merumuskan lalu merampungkan aturan-aturan organisasi yang mana nantinya berubah menjadi pedoman pelaksanaan tata kelola bola basket Indonesia ke depan,” ujar dia.














