Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Empat atlet speed putra tembus putaran final Series Krakow pada Polandia

Empat atlet speed putra tembus putaran final Series Krakow pada Polandia

Ibukota – Sebanyak empat atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesi berhasil menembus putaran final atau 32 besar nomor individu putra pada World Climbing Series Krakow 2026 dalam Polandia, Jumat.

“Ya benar, merekan tembus 32 besar serta untuk selanjutnya berlaga dalam putaran final,” kata Manajer Timnas Panjat Tebing Tanah Air Wahyu Pristiawan Buntoro, pada waktu dihubungi ANTARA pada Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, keempat atlet putra yang dimaksud lolos yakni Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Antasyafi Robby Al Hilmi, kemudian Veddriq Leonardo.

Berdasarkan hasil atau results sesi kualifikasi yang diberitahukan International Federation of Sport Climbing (IFSC), Raharjati menempati peringkat keempat alias tertinggi ke antara rekan senegaranya. Dia membukukan catatan waktu terbaik dari empat kesempatan, yaitu 4,822 detik.

Di bawahnya atau sikap kelima bertengger Aditya yang mencatatkan waktu terbaik 4,873.

Lebih lanjut manajer itu menjelaskan, peringkat ke-23 ditempati pemanjat muda andalan Tanah Air, Antasyafi Robby Al Hilmi. Dia menorehkan waktu terbaik 5,16 detik.

Sementara peraih emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, menghuni peringkat ke-29 dengan catatan waktu terbaik 5,223 detik.

“Selanjutnya merek berlaga pada putaran final pada Hari Sabtu (4/6),” ujar pria yang juga Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesi (PP FPTI) itu.

Untuk mengikuti Series Krakow, timnas panjat tebing Indonesia mengakibatkan tujuh atlet untuk berlaga di seri itu. Mereka terdiri melawan empat atlet putra juga tiga putri.

Selain keempat atlet putra tersebut, tiga putri yang digunakan berlaga yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, kemudian Kadek Adi Asih.

Semua atlet akan mengikuti semua nomor speed yang digunakan dipertandingkan, yakni individu putra, individu putri, relay putra, relay putri, kemudian relay campuran.

Sementara itu, pada seri yang disebutkan pelopor menggunakan format baru pada nomor individu putra lalu putri. Partisipan yang lolos dari kualifikasi banyaknya 32 khalayak atau berbeda dari sebelumnya yang digunakan cuma 16 orang. Kemudian setiap individu mendapatkan empat kali kesempatan untuk meraih catatan waktu terbaik, dengan menjajal jalur (lane) A, B, C, serta D.