DKI Jakarta – Pebulu tangkis ganda putra Nusantara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berharap peringkat Japan Open 2026 bermetamorfosis menjadi awal kebangkitan mereka itu menatap kejuaraan BWF pada tahun 2026.
Fajar/Fikri tampil begitu dominan dengan membungkam ganda nomor satu bola dengan syarat Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae lewat dua gim dengan segera 21-19 lalu 21-17 pada fase final yang digunakan berlangsung di Tokyo Metrpolitan Gymnasium, Tokyo, Minggu.
“Penantian hampir satu tahun setelahnya juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa jadi meraih gelar-gelar berikutnya,” kata Fajar dikutipkan dari PBSI, Minggu.
Fajar menganggap bahwa Kim/Seo yang tersebut berubah menjadi unggulan pertama dalam pertandingan ini mempunyai kemampuan membalikkan bola yang cukup menyulitkan, “Tapi di dalam pertandingan kali ini kami setiap saat mampu waspadai hal itu lalu kami tambahan disiplin menerapkan strategi,” ungkap Fajar mengenai kunci kemenangannya membungkam agresifitas Kim/Seo.
Sementara itu, Fikri mengkaji bahwa Kim/Seo merupakan pasangan yang mana begitu solid pada skema bertahan lalu menyerang.
“Hanya tadi dalam lapangan kami bisa saja lebih lanjut solid aja, mampu lebih banyak bisa jadi dominan melakukan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner kemudian pembimbing pun sangat berjalan baik jadi semua yang digunakan disiapkan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,” ungkap Fikri mengenai kunci kemenangannya.
Gelar juara BWF Super 750 ini dipersembahkan Fajar untuk sang istri,”Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya sebab ini penghargaan pertama pasca menikah,” ungkap Fajar.
Sementara Fikri mempersembahkan peringkat perdananya pada tahun 2026 ini untuk orang-orang terdekat pada sekitarnya, “Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga juga orang-orang yang digunakan saya cintai dan juga seluruh suporter yang selalu memperkuat lalu mendoakan kami,” kata Fikri.
Dengan peringkat juara Fajar/Fikri menyebabkan tim bulu tangkis Negara Indonesia pulang dari Japan Open 2026 tidaklah dengan tangan hampa.















