Ibukota Indonesia – Tunggal putra Nusantara Fardhan Rainanda Joe menyembunyikan perjalanan pada Kejuaraan Asia Junior 2026 dengan medali perak setelahnya tertunduk dari perwakilan China Hong Tian Yue pada laga final di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Minggu.
Fardhan kalah dua gim dengan segera 18-21, 19-21 di pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal. Pemain Indonesi itu mengakui sejumlah kehilangan poin akibat kesalahan sendiri juga belum mampu mengendalikan tekanan pada momen penting.
“Tadi pada gim pertama saya banyak melakukan kesalahan sendiri serta itu memberikan terlalu banyak poin ke lawan. Di game kedua saya tak bisa jadi kontrol diri sendiri juga berbagai ragu,” kata Fardhan di keterang resmi PP PBSI seusai laga.
Hong tampil agresif dengan permainan cepat ke area depan. Pola yang dimaksud menghasilkan Fardhan kesulitan mengembangkan strategi, teristimewa pada waktu memasuki fase krusial ke kedua gim.
“Lawan bermain cepat di depan dan juga saya cukup kesulitan dengan strategi main lawan. Kedepannya saya harus mampu kontrol diri sendiri juga meningkatkan teknik mainnya,” ujar Fardhan.
Meski gagal merebut gelar, pencapaian Fardhan terus berubah jadi hasil penting bagi Indonesia. Ia sebelumnya menjadi tumpuan terakhir Merah Putih di dalam nomor perseorangan setelahnya melaju ke semifinal dengan mengalahkan unggulan kedelapan dengan syarat Malaya Kong Wei Xiang 21-19, 22-20.
Fardhan kemudian meyakinkan tiket final seusai menundukkan unggulan ketujuh dengan syarat China Luo Yu Jing melalui laga tiga gim 21-16, 15-21, 23-21. Hasil itu sekaligus memperbaiki catatan tertulis pada edisi 2025, di mana ia meraih medali perunggu sama-sama pada nomor tunggal putra.
Fardhan menyampaikan terima kasih untuk grup kemudian penduduk Indonesia yang dimaksud terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.
“Untuk tim serta warga Negara Indonesia terima kasih sudah ada membantu saya terus, maaf saya belum bisa jadi kasih yang dimaksud terbaik hari ini,” kata Fardhan.













