DKI Jakarta – Fiorentina resmi menunjuk Fabio Grosso sebagai ahli kepala baru kelompok utama. Mantan bek Timnas Italia yang disebutkan melakukan penandatanganan kontrak bersatu La Viola hingga 30 Juni 2028.
“ACF Fiorentina dengan senang hati mengumumkan bahwa Fabio Grosso sudah pernah ditunjuk sebagai Pembimbing Kepala Tim Utama,” tulis Fiorentina pada pernyataan melalui platform resmi pada Mulai Pekan (8/6).
Grosso ditunjuk untuk mengatur regu jika Tuscany yang disebutkan menghadapi musim baru setelahnya mempunyai pengalaman panjang sebagai pembimbing di dalam sepak bola Italia juga Eropa.
Klub juga menyoroti perjalanan karir Grosso sejak memulai kiprahnya pada dunia kepelatihan. Pelatih kepala berusia 48 tahun itu memulai karir sebagai ahli pada 2013 pada akademi Juventus.
Empat tahun kemudian, Grosso mendapatkan kesempatan menangani grup senior untuk pertama kalinya ketika ditunjuk sebagai instruktur Bari di Serie B pada 2017.
Sejak ketika itu, ia telah dilakukan melatih beberapa klub, salah satunya Olympique Lyon dalam Prancis, Frosinone, juga Sassuolo. Dalam karirnya, Grosso sukses menghadirkan dua klub iklan dari Serie B ke Serie A.
Prestasi terbaru Grosso diraih dengan Sassuolo. Pada musim lalu, beliau berhasil menghadirkan Neroverdi finis di dalam peringkat ke-11 Serie A meskipun berstatus sebagai grup promosi.
Fiorentina meyakini pengalaman dan juga rekam jejak yang dimaksud akan membantu klub bersaing dalam level tertinggi sepak bola Italia.
“Seluruh keluarga Fiorentina dengan antusias menyambut pribadi juara bola serta pembimbing yang dimaksud mengakibatkan kompetensi, ide-ide inovatif, juga semangat besar. Selamat datang, Mister Fabio Grosso,” lanjut pernyataan klub.
Sebagai mantan pemain, Grosso dikenal luas sebagai bagian dari skuad Italia yang tersebut menjuarai Piala Planet 2006 dalam Jerman. Dia berubah menjadi salah satu pahlawan Gli Azzurri setelahnya mencetak gol penentu di adu penalti berperang melawan Prancis ke partai final.
Kini, Grosso akan menghadapi tantangan baru sama-sama Fiorentina dengan target menyebabkan klub yang disebutkan bersaing di dalam papan berhadapan dengan Serie A lalu kompetisi Eropa di beberapa musim ke depan.











