Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Gelar Fajar/Fikri lecut Raymond/Joaquin ke China Open 2026

Gelar Fajar/Fikri lecut Raymond/Joaquin ke China Open 2026

Ibukota – Gelar juara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada Japan Open 2026, pekan lalu, melecut motivasi ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk terus mengejar pencapaian seniornya dalam China Open 2026.

Motivasi yang dimaksud mengiringi Raymond/Joaquin ketika menundukkan pasangan Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen melalui pertandingan tiga gim 21-13, 19-21, 21-16 pada sesi pertama China Open 2026 dalam Changzhou, China, Selasa.

“Pastinya terinspirasi juga termotivasi dengan juaranya a Fajar juga a Fikri pekan sesudah itu di Jepang, kami mau mengejar mereka,” kata Raymond melalui pernyataan resmi PP PBSI setelahnya laga.

Raymond/Joaquin membuka pertandingan dengan meyakinkan serta merebut gim pertama 21-13. Namun, dia gagal menyelesaikan pertandingan di dua gim pasca kehilangan kesempatan pada poin-poin kritis gim kedua.

Joaquin mengakui kesalahan yang tersebut dilakukannya pada fase akhir memproduksi pasangan Chinese Taipei memaksakan gim penentuan.

“Saya rasa main tadi telah cukup baik tapi memang sebenarnya gim kedua kami terus tertinggal, sudah ada mencoba mengejar tapi saya melakukan kesalahan fatal dalam poin-poin kritis akhirnya lepas,” ujar Joaquin.

Memasuki gim ketiga, Raymond/Joaquin berupaya melupakan kegagalan pada gim sebelumnya. Mereka kembali merancang permainan dari awal, mengambil kendali, kemudian memverifikasi tempat pada fase 16 besar.

“Di gim ketiga kami berjuang fokus lagi, tidaklah memikirkan yang tersebut sudah ada terjadi, reset dari nol pikirannya lalu Puji Tuhan berhasil memegang kendali lagi lalu menang,” kata Joaquin.

Kemenangan itu sekaligus berubah jadi respons positif Raymond/Joaquin setelahnya tersingkir pada putaran pertama Japan Open. Evaluasi dari kekalahan yang dimaksud mereka itu terapkan untuk menghadapi perwakilan Taiwan.

“Pertandingan hari ini Puji Tuhan diberi kemenangan. Kekalahan ke Jepun minggu kemudian coba dievaluasi kenapa lalu tadi coba direvisi,” ujar Raymond.

China Open berubah menjadi kompetisi Super 1000 terakhir yang dimaksud mereka ikuti pada musim ini. Kesempatan tampil pada seluruh kejuaraan level tertinggi BWF World Tour tahun ini dinilai berubah menjadi pengalaman penting bagi perkembangan keduanya.

“Tahun ini cukup luar biasa buat kami akibat telah mampu mengambil bagian semua Super 1000 lalu di dalam penutupan Super 1000 ini pastinya kami mau hasil yang tersebut terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri juga. Tapi kami tahu tidaklah akan simpel step by stepnya jadi kami mohon doa kemudian dukungan,” kata Joaquin.