Washington – Dewan Keselarasan (Board of Peace/BoP) pada Mulai Pekan menyatakan siap menindaklanjuti pelepasan kewenangan pemerintahan dalam Jalur Kawasan Gaza oleh organisasi perlawanan Palestina, Hamas.
Adapun sebelumnya, pemerintahan Daerah Gaza di dalam bawah gerakan Hamas menyatakan melegakan kewenangannya terhadap wilayah yang disebutkan juga bersiap mendeklarasikan kekuasaan untuk Komite Nasional untuk Administrasi Wilayah Gaza (NCAG).
“Kami telah lama mencatatkan pengumuman terkait pembubaran ‘Komite Darurat’ ke Daerah Gaza hari ini. Pada akhirnya, penilaian kami akan dipandu oleh tindakan, bukanlah janji, pada rangka memenuhi keinginan utama rakyat Gaza,” kata BoP dalam media sosial X.
“Keputusan harus dibuat komprehensif terkait persyaratan yang tersebut ditetapkan di peta jalan untuk memajukan tata kelola, keamanan, kemudian transisi pada Gaza,” menurut badan tersebut.
Dewan Damai mengharapkan agar pembahasan peta jalan untuk Gaza, yang mana mencakup implementasi demi memverifikasi NCAG dapat menjalankan fungsi pemerintahannya, akan berhasil.
“Prinsip utamanya tetaplah otoritas tunggal, hukum tunggal, serta senjata tunggal,” kata BoP.
“Ini berarti konsolidasi semua persenjataan pada bawah kendali NCAG sebagaimana Rencana Kedamaian Komprehensif untuk Daerah Gaza dan juga Resolusi Dewan Ketenteraman PBB nomor 2803,” menurut pernyataan badan tersebut.
Dewan Damai pula menegaskan pentingnya pemindahan kekuasaan harus dapat memungkinkan NCAG melaksanakan mandatnya secara independen, salah satunya di hal pengambilan kebijakan terkait administrasi serta tata kelola yang dimaksud diamanahkan kepadanya.
Sebelumnya pada November 2025, Dewan Security PBB mengadopsi Resolusi nomor 2803 untuk mengimplementasikan rencana perdamaian ke Jalur Wilayah Gaza sebagaimana disepakati tanah Israel dan juga gerakan Hamas pada Oktober 2025.
Kemudian pada awal Januari lalu, Steve Witkoff, duta khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan pelaksanaan tahap kedua rencana perdamaian Gaza.
Tahap kedua yang disebutkan melingkupi perluasan pengunduran pasukan zionis dari Jalur Gaza, pengerahan Pasukan bola Stabilisasi Internasional (ISF), lalu pembangunan kerangka pemerintahan baru dalam Kawasan Gaza yang dimaksud mencakup Dewan Damai pimpinan Trump.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti



