Ibu Kota Rusia – Akses Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ke sarana nuklir Iran bergantung pada perundingan antara Amerika Serikat dengan Iran, kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi terhadap RIA Novosti.
“Hingga ketika ini, akses itu belum dimungkinkan. Tetapi di sini, saya pikir kita harus menyadari fakta bahwa hal ini, saya dapat katakan, terhubung atau bergantung di arti tertentu, bahkan secara tiada resmi, tetapi pada kenyataannya, ini yang dimaksud terjadi, dipengaruhi… oleh perundingan yang dimaksud sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan juga Iran seputar Nota Kesepahaman,” kata Grossi.
Sebelumnya pada 18 Juni 2026, Iran serta Amerika Serikat mengesahkan memorandum secara jarak terpencil yang dimaksud menjamin berakhirnya konflik militer sejak 28 Februari.
Dokumen yang dimaksud juga menetapkan tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran lalu bagi Iran untuk memulihkan pelayaran ke Selat Hormuz.
Setelah serangan Negeri Paman Sam terhadap infrastruktur nuklir Iran pada Juni 2025, Iran membatasi kerja mirip dengan IAEA lalu akses ke infrastruktur nuklir, dengan menyatakan bahwa semua kebijakan mengenai interaksi dengan organisasi yang dimaksud dibuat oleh Dewan Ketenteraman Nasional Tertinggi Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti













