Ibukota – Juara bola kelas terbang ringan World Boxing Council (WBC) Shokichi Iwata mempertahankan sabuk juaranya setelahnya bangkit pada ronde keempat untuk mencetak technical knockout (TKO) menghadapi Erik Badillo di dalam Arena Kokugikan, Tokyo, Jepang, Senin.
Dua petinju yang digunakan sama-sama mempunyai daya pukul lebih tinggi ini tampil agresif sejak bel ronde pertama dibunyikan.
Iwata berupaya memanfaatkan dukungan rakyat tuan rumah untuk mempertahankan gelarnya, sementara Badillo masuk ring dengan ambisi merebut sabuk juara planet pertamanya dan juga sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan.
Kedua petinju melalui dua ronde pertama dengan saling melancarkan pukulan tunggal yang akurat sambil membaca pola permainan lawan. Tempo pertarungan mulai meningkat pada saat Iwata menambah variasi serangan dengan mengincar bagian tubuh Badillo sejak ronde ketiga.
Badillo merespons dengan penampilan terbaiknya pada ronde keempat. Petinju selama Meksiko itu menemukan ritme serangannya melalui kombinasi pukulan yang rapi sebelum mengurangi pukulan kiri keras yang dimaksud menjatuhkan juara bertahan ke berhadapan dengan kanvas.
Meski sempat berada pada kedudukan sulit, Iwata bangkit lalu menunjukkan mental juara, guna melanjutkan pertarungan yang tersebut semakin sengit pada ronde-ronde berikutnya.
Pada paruh kedua laga, Iwata perlahan mengambil alih kendali pertandingan. Serangan ke tubuh yang dimaksud terus dilancarkan mulai menguras stamina Badillo, sementara petinju Negeri Matahari Terbit itu semakin percaya diri melancarkan kombinasi pukulan ke kepala dan juga badan lawannya.
Setelah melalui pertukaran pukulan yang dimaksud intens pada beberapa ronde berikutnya, Iwata akhirnya mendapatkan peluang untuk mengakhiri pertarungan.
Sebuah pukulan keras ke badan yang dimaksud disusul dengan tangan kanan telak menimbulkan Badillo tak lagi mampu memberikan perlawanan berarti. Melihat status penantang yang digunakan terus menerima pukulan tanpa balasan efektif, wasit akhirnya menghentikan pertandingan pada ronde ke-11 kemudian menetapkan Iwata menang TKO.
Iwata yang tersebut berusia 30 tahun pun berhasil mempertahankan sabuk juara dunianya untuk pertama kali, sekaligus menguatkan rekor profesionalnya berubah menjadi 17 kemenangan, termasuk 14 kemenangan melalui knockout (KO), juga dua kekalahan.
Sedangkan Badillo menunda mimpinya merebut gelar kejuaraan juara bola pertama di karier profesionalnya. Meski tampil impresif serta sempat menjatuhkan sang juara, Badillo gagal mempertahankan kesempatan hingga akhir pertarungan.
Kekalahan yang disebutkan mengakhiri catatan sempurna Badillo di dalam ring profesional sehingga berubah berubah menjadi 19 kemenangan, di antaranya sembilan kemenangan KO, dan juga satu kekalahan.



