Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Jejak MVP Finals IBL empat musim terakhir

Jejak MVP Finals IBL empat musim terakhir

Ibukota Indonesia – Penghargaan Pemain Terbaik (MVP) Finals Indonesian Basketball League (IBL) berubah menjadi simbol performa terbaik ke panggung tertinggi kompetisi, sehingga meninggalkan jejak untuk disertai pemain berikutnya.

Laman IBL, Senin, menyatakan perhatian kembali tertuju pada jejak para MVP final yang digunakan menunjukkan beragam cara untuk berubah menjadi pemain paling berpengaruh ketika perebutan gelar kejuaraan bagi tim.

Penghargaan yang disebutkan diraih pemain dengan karakter permainan berbeda, namun berperan besar mengantar timnya meraih peringkat juara.

Pada musim 2022, penghargaan MVP Finals diraih Brachon Lanalt Griffin dari Satria Muda pasca berubah menjadi motor permainan kelompok dengan rata-rata efficiency (eff) 16,5.

Dia menunjukkan peran penting sebagai pengatur serangan yang tersebut mempertahankan ritme permainan tim pada laga-laga penentuan.

Setahun kemudian, peringkat bermetamorfosis menjadi milik Reza Guntara yang tersebut mengakibatkan Prawira Harum Bandung meraih prestasi bersejarah.

Reza membukukan eff 20 dengan 15,5 ppg lalu delapan rebound per laga (rpg).

Kontribusinya di dalam kedua sisi lapangan (court) membuatnya berubah jadi figur sentral pada keberhasilan Prawira menjuara IBL untuk pertama kalinya.

Pada final IBL 2024, gelar kejuaraan berpindah ke tangan Anthony Beane Jr. dari Pelita Jaya Jakarta. Dia tampil sebagai pemain paling menonjol pada setiap laga final berformat best-of-three.

Beane mencatatkan eff 18 dengan rata-rata 18 ppg selama seri final. Selain produktif di mencetak angka, ia juga menyumbang 3,7 apg, lima rpg, juga tiga steal per laga (spg).

Statistik yang dimaksud menggambarkan kemampuannya memberikan dampak besar baik di menyerang dan juga bertahan.

Pemenang terakhir adalah center Dewa United Banten Joshua Ibarra yang menghadirkan timnya meraih peringkat juara untuk pertama kalinya.

Dia mempunyai catatan statistik paling impresif di empat musim terakhir ketika seri final. Pebasket selama Meksiko yang dimaksud membukukan eff 28,3, 17,7 ppg, 14,3 rpg, 3,7 apg, dua spg, juga 1,3 blok per pertandingan (bpg).

Dominasinya ke paint area berubah jadi unsur utama keberhasilan Anak Dewa merebut peringkat prestisius di kasta tertinggi liga bola basket Indonesia.

Untuk edisi berikutnya, pemenang MVP Finals IBL dipastikan berasal dari Pelita Jaya Ibukota Indonesia atau Bogor Hornbills, yang tersebut merupakan finalis musim 2026.

Kedua pasukan imbang 1-1 pada seri final best-of-five, yang untuk pertama kalinya menggunakan format yang disebutkan di sejarah IBL.