Ikon Brasil Ronaldinho menggemparkan dunia sepakbola setelah tiba di Italia untuk secara resmi bergabung dengan klub Serie C, Ravenna. Mantan pemenang Ballon d’Or itu, yang kini berusia 46 tahun, disambut ribuan penggemar, meski masih belum jelas apakah ia benar-benar akan mengakhiri masa pensiunnya untuk merasakan kerasnya kasta ketiga Italia atau hanya menjalani peran di luar lapangan.
Sambutan bak pahlawan di pesisir Adriatik
Senyum ikonik itu kembali terpampang jelas saat Ronaldinho tiba di Bandara Forli dengan jet pribadi sebelum dibawa ke presentasi mewah di Ravenna. Ribuan pendukung berkumpul untuk melihat sekilas pemenang Piala Dunia 2002 itu, yang pernah menyinari Serie A selama membela AC Milan. Meski hujan turun sesekali, sekitar 6.000 suporter yang menyalakan flare dan mengibarkan bendera menciptakan atmosfer yang membara untuk menyambut Ronaldinho, membuktikan bahwa daya tarik sang playmaker legendaris belum pudar meski sudah satu dekade jauh dari sepak bola profesional.
Berbicara kepada media dan para penggemar yang hadir dalam seremoni di tepi pantai itu, pria Brasil tersebut mengungkapkan kegembiraannya bergabung dengan proyek ambisius yang dipimpin temannya, presiden klub Ignazio Cipriani. “Saya sangat senang berada di sini bersama teman-teman saya, tetapi mari kita tunggu dan lihat apakah semuanya berjalan baik dengan tim,” kata Ronaldinho. Meski ia terutama berada di Italia untuk mendukung visi temannya terhadap klub, bintang veteran itu dengan cepat mengingatkan semua orang bahwa kecintaannya pada permainan ini tetap menjadi motivasi utamanya.

Apakah Ronaldinho benar-benar akan bermain di Serie C?
Pertanyaan terbesar tetap apakah sosok 46 tahun itu benar-benar akan turun ke lapangan dalam pertandingan kompetitif. Wakil presiden Ravenna, Ariedo Braida, awalnya bersikeras bahwa pemain Brasil itu direkrut murni untuk tujuan pemasaran dan tidak akan ambil bagian dalam laga Serie C. Namun, setelah itu ia menarik kembali pernyataan tersebut, seraya menolak menutup kemungkinan kembalinya dia ke lapangan secara sensasional.
Saat ditanya kapan para pendukung bisa berharap melihatnya beraksi, mantan maestro Barcelona itu tetap enggan memberi kepastian, sambil tertawa ia berkata: “Saya merasa baik-baik saja. Saya tidak tahu, itu tergantung presiden dan pelatih. Saya tidak tahu.” Klub juga sudah mengonfirmasi bahwa pemain Brasil itu tidak akan tampil dalam laga pembuka musim melawan Reggiana pada Senin.
Presiden Ravenna, Cipriani, yang merupakan bagian dari merek restoran terkenal Cipriani, memiliki mimpi besar untuk kerja sama ini. Ia mengakui bahwa ia berharap melihat pemain Brasil itu mencetak gol terakhir dalam kariernya dengan mengenakan seragam Ravenna, sebuah perasaan yang tampaknya juga dirasakan sang pemain sendiri. “Jika itu terjadi, itu akan menjadi lebih indah lagi,” jawab Ronaldinho dengan senyum lebar saat membahas kemungkinan kembali mencetak gol.
Langkah strategis untuk AS Roma
Terlepas dari potensi gol yang bisa diberikan, perekrutan ini merupakan pernyataan ambisi yang sangat besar dari sebuah klub yang saat ini berada di kasta ketiga sepakbola Italia. Kehadiran seorang superstar global dirancang untuk mendongkrak profil klub secara signifikan saat mereka berupaya naik dalam piramida sepakbola. Cipriani menjelaskan bahwa perekrutan itu lebih dari sekadar kemampuan bermain sepakbola, dengan menyatakan: “Ini adalah sebuah langkah untuk mendekatkan seluruh kota kepada tim. Untuk menciptakan basis suporter dengan banyak kegembiraan dan antusiasme menyambut musim baru ini.”

Menulis kisah baru di Italia
Bagi Ronaldinho, langkah ini menjadi kesempatan untuk “menari di atas bola lagi” dan menambahkan bab penutup yang unik pada karier yang membuatnya memenangi hampir semua trofi besar yang tersedia. “Warna baru, senyum yang sama. Saya tak sabar untuk bisa menari di atas bola lagi demi menulis kisah baru bersama Ignazio dan seluruh keluarga Cipriani. Sepakbola selalu menjadi sumber kebahagiaan bagi saya, saya ingin membawa semangat yang sama ke Ravenna,” kata pemenang Ballon d’Or 2005 itu sebelumnya.
Saat musim Serie C dimulai, semua mata akan tertuju ke Stadion Bruno Benelli untuk melihat apakah sang legenda masih bisa menghadirkan momen-momen magis. Entah ia berperan sebagai mentor, ikon pemasaran, atau ancaman nyata di lini serang, kehadirannya saja sudah menempatkan Ravenna dalam sorotan. Untuk saat ini, para suporter hanya menikmati kenyataan bahwa salah satu pemain terhebat yang pernah bermain di sepakbola telah memilih klub mereka untuk aksi terakhirnya.











