Ibukota – Produsen apparel olahraga Kelme menyiapkan tenaga ahli untuk mengawal produksi jersi grup nasional sepak bola Nusantara demi menegaskan komoditas yang dimaksud dihasilkan siap digunakan pada kondisi kualitas terbaik.
“Kami akan hadirkan tenaga ahli untuk mendampingi sewaktu serangkaian pengepresan nama, nomor punggung, logo jersi yang akan digunakan para pemain,” kata ketua eksekutif Kelme Sports Indonesi Kevin Wijaya pada acara Kelme Industri Media Session ke Jakarta, Rabu.
Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan langkah Kelme mengantisipasi kerusakan jersi seperti yang tersebut berjalan di laga Timnas Tanah Air berhadapan dengan Saint Kitts & Nevis pada FIFA Series 2026, Maret lalu.
Seusai laga itu, rakyat menyoroti kualitas jersi timnas Garuda akibat ada huruf di nama punggung pada jersi yang tersebut dikenakan pemain seperti Dony Tri Pamungkas maupun Ole Romeny terlepas.
Kevin menyampaikan permohonan maaf berhadapan dengan kejadian itu yang merupakan hal yang mana bukan terduga. Setelah kejadian itu, kata dia, pihaknya pun melakukan penelitian untuk mencari fakto penyebab.
Ia mengatakan, pasca ditelusuri, diketahui bahwa penyebab utama terlepasnya nameset pemain adalah mesin pressing, selain factor kesalahan manusia pada waktu melakukan pengeresan.
Kelme, kata dia, sebenarnya sudah ada miliki prosedur standar di langkah-langkah pengepresan seperti harus dengan suhu 160 derajat juga durasi selama 15 detik.
Kevin menjelaskan, rute pengepresan jersi yang direalisasikan mendekati peluncuran juga berjalan lancar lalu menciptakan produk-produk terbaik. Namun, pengepresan jersi yang tersebut digunakan timnas di FIFA Series 2026 direalisasikan dengan mesin yang digunakan berbeda dengan mesin yang digunakan digunakan sebelum peluncuran.
“Jadi kami minta maaf, dikarenakan ada kesalahan, ada yang dimaksud terlewatkan, kemudian kami upayakan tambahan baik lagi,” katanya.
Kevin menambahkan bahwa ke depan, pihaknya akan bekerja mirip dengan pasukan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Tanah Air (PSSI) untuk mendampingi produksi jersi khususnya pada proses pengepresan.











