Kuwait City – Kuwait menyatakan bahwa tiga pos perbatasan darat ke utara diserang, menyebabkan kerusakan material, kemudian serangan pesawat tak berawak musuh lainnya menghantam anjungan minyak lepas pantai, melukai pribadi pekerja serta menyebabkan kehancuran material.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait memaparkan di sistem media sosial X, Minggu, bahwa anjungan yang berubah jadi sasaran yang dimaksud dioperasikan oleh Kuwait Oil Company ke perairan teritorial Kuwait.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait tidak ada mengidentifikasi siapa yang digunakan bertanggung jawab berhadapan dengan serangan tersebut.
Insiden itu terbentuk bertepatan dengan putaran ketiga serangan Amerika Serikat (AS) terhadap target-target pada Iran, sementara media Iran melaporkan serangan balasan negara itu terhadap fasilitas-fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, serta Qatar.
Pada Akhir Pekan yang mana sama, Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority) Iran mengumumkan bahwa pelayaran melintasi Selat Hormuz pada waktu ini tidaklah dapat dilakukan, mengutip “pergerakan ilegal” armada Amerika Serikat baru-baru ini di dalam kawasan tersebut.
Perkembangan terbaru itu muncul walaupun adanya pemberlakuan nota kesepahaman perdamaian yang digunakan diteken oleh Negeri Paman Sam juga Iran pada pertengahan Juni lalu.











