Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Libya gabung sistem pembayaran China, kurangi ketergantungan dolar Negeri Paman Sam

Libya gabung sistem pembayaran China, kurangi ketergantungan dolar Negeri Paman Sam

Istanbul – Pengurus Bank Sentral Libya, Naji Mohammed Issa, juga Kepala daerah Bank Rakyat China, Pan Gongsheng, Hari Sabtu (18/7), setuju untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke sistem pembayaran juga penyelesaian China.

Dalam pernyataan ke portal webnya, Bank Sentral Libya mengutarakan bahwa Issa, yang sedang mengunjungi Beijing, bertemu dengan Pemimpin wilayah Bank Rakyat China pada Hari Jumat (17/7).

Mereka meninjau ukuran perdagangan antara kedua negara serta mengkaji cara-cara penguatan juga meningkatkan tingkat pertumbuhannya.

“Pentingnya meluncurkan fase baru kemitraan strategis sejati antara kedua bank sentral dibahas. Disepakati untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas China, CIPS, yang tersebut akan menyederhanakan transaksi keuangan juga membuatnya lebih tinggi simpel dilakukan,” katanya.

CIPS dirilis oleh Bank Rakyat China pada 2015 untuk memfasilitasi transaksi internasional menggunakan yuan China.

Sistem yang disebutkan berfungsi sebagai infrastruktur yang dimaksud memungkinkan bank untuk mengirim dan juga menerima pembayaran pada mata uang yuan secara langsung, menghurangi ketergantungan pada dolar Negeri Paman Sam dengan menghilangkan keinginan untuk memproses proses melalui bank perantara.

Pernyataan yang dimaksud menambahkan bahwa kedua pihak juga setuju untuk mengatasi hambatan yang ada dan juga memfasilitasi prosedur perdagangan dengan cara yang akan meningkatkan ukuran perdagangan antara kedua negara.

Kegiatan yang dimaksud itu akan dimulai dengan implementasi pemindahan uang segera ke China, sehingga memudahkan proses bagi penjual skala kecil.

Kedua pihak juga setuju untuk mengizinkan pengaktifan surat kredit secara dengan segera melalui bank-bank China, menurut pernyataan tersebut.

Mereka juga setuju untuk mengatur kunjungan delegasi perbankan resmi Libya ke Beijing, yang tersebut dipimpin oleh Pemimpin wilayah Bank Sentral serta didampingi oleh direktur bank komersial Libya, untuk bertemu dengan rekan-rekan dia dari China sesegera mungkin.

Pernyataan yang disebutkan mencatatkan bahwa kunjungan yang mana direncanakan bertujuan untuk merancang kerja identik antara bank komersial di kedua negara dan juga untuk memanfaatkan pengalaman China di pembayaran elektronik kemudian pemindahan keuangan langsung.

Ditambahkan pula bahwa langkah-langkah yang dimaksud akan membantu mengempiskan ketergantungan pada lingkungan ekonomi informal, meyakinkan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang kemudian pendanaan kontra-terorisme, dan juga meningkatkan reputasi sektor perbankan Libya.

Sumber: Anadolu