Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan persetujuan tambahan dulu untuk Arab Saudi melawan langkah untuk melakukan serangan udara ke bandara Sanaa, ibu kota Yaman yang mana dikuasai Houthi, menurut laporan Axios yang tersebut mengutip pejabat AS, Selasa.
Menurut Axios, serangan itu dikerjakan sebelum kedatangan pesawat yang mengakibatkan para pemimpin pergerakan Syiah, Houthi.
Sebuah sumber di dalam Yaman menyatakan terhadap RIA Novosti bahwa bandara Sanaa sudah pernah dihantam tiga serangan udara pada Hari Senin (13/7) sebelum kedatangan pesawat dari Iran yang menyebabkan para pemimpin aksi Ansar Allah (Houthi).
Pesawat yang disebutkan akhirnya mendarat dalam Yaman bagian barat daya.
Kelompok Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan tersebut, tetapi Kementerian Keamanan Yaman yang diakui secara internasional mengeklaim bertanggung jawab berhadapan dengan operasi tersebut.
Menurut Axios, serangan udara di dalam bandara Sanaa didahului oleh permintaan dari Riyadh untuk Washington, setelahnya itu Trump menyetujui operasi Saudi yang dimaksud selama panggilan telepon.
Setelah serangan udara pada bandara Sanaa, Mohammed al-Farah, anggota biro kebijakan pemerintah pergerakan Houthi, memaparkan bahwa Negeri Paman Sam memacu Arab Saudi menuju peperangan berjuang melawan Houthi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti











