Berlin – Seperti banyak negara sektor lain, Jerman ketika ini dihadapkan pada angkatan kerja yang semakin menua dengan cepat sebab generasi baby boomer, yang digunakan lahir pada 1946-1964 serta miliki tingkat pertumbuhan tinggi, akan memasuki masa pensiun.
Dalam 15 tahun ke depan, sekitar 13,4 jt warga Jerman dari generasi baby boomer diperkirakan akan memasuki masa pensiun. Jumlah itu setara dengan sekitar 31 persen angkatan kerja negara tersebut.
Angka itu tergolong sangat tinggi dan juga akan menjadi tren jangka panjang, menurut David Kipp, peneliti dalam Divisi Penelitian Isu Global, Institut Jerman untuk Urusan Internasional kemudian Keamanan, pada paparannya di Berlin, 29 Juni.
Dia mencatatkan bahwa ketika ini, Jerman memiliki bilangan kelahiran 1,3 anak per perempuan, mendekati rekor terendah. Angka yang dimaksud juga mencerminkan perpindahan dari puncaknya pada sekitar 2010, saat angkanya naik hingga 1,6.
Kebutuhan tenaga kerja terampil pada Jerman berbeda-beda antardaerah. Misalnya, Negara Bagian Thuringia diperkirakan membutuhkan lebih besar banyak tenaga kerja terampil dibandingkan wilayah lain.
Dengan 45 jt angkatan kerja yang tercatat pada waktu ini, Jerman cuma akan miliki sekitar 35 jt penduduk di angkatan kerja jikalau tiada mempunyai migrasi bersih pada 2060.
Untuk itu, Jerman membutuhkan sekitar 288.000 migrasi bersih setiap tahun untuk mempertahankan jumlah agregat angkatan kerjanya masih stabil. Kebutuhan yang disebutkan teristimewa mencakup tenaga profesional pada bidang kesehatan, pekerjaan sosial, perawatan anak, pendidikan, juga tenaga teknis untuk memperkuat perubahan sektor energi.













