Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Hari Sabtu (18/7) mengutarakan bahwa pelanggaran Amerika Serikat (AS) terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang dimaksud baru-baru ini ditandatangani dengan Iran kembali membuktikan bahwa tanda tangan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump tiada bernilai kemudian tiada sah.
Pernyataan yang disebutkan disampaikan pada sebuah arahan untuk rakyat Iran yang disiarkan oleh media Iran, yang tersebut dalam dalamnya beliau mengeksplorasi bervariasi isu penting negara itu.
Khamenei mengutarakan bahwa pelanggaran berulang yang tersebut direalisasikan Negeri Paman Sam terhadap MoU tersebut, yang tersebut ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian lalu Trump pada 18 Juni, sekali lagi membuktikan untuk semua warga fakta tentang betapa bukan bernilai dan juga tiada sahnya tanda tangan presiden AS.
“AS sekali lagi memperlihatkan wajah aslinya yang tersebut tanpa kedok,” katanya, seraya menyampaikan bahwa pengalaman kelam kejahatan dan juga pengingkaran janji ini berubah menjadi bukti kuat lainnya mengenai kebohongan Negeri Paman Sam juga sifatnya yang dimaksud tiada masuk akal, bukan dapat dipercaya, lalu jahat.
Khamenei memberi peringatan bahwa apabila Amerika Serikat terus melakukan apa yang ia sebut sebagai tindakan mengobarkan peperangan kemudian berupaya memberikan konsekuensi yang lebih banyak berat, maka merek harus bersiap menghadapi “pelajaran yang mana bukan terlupakan” dari Iran juga front perlawanan.
Pernyataan yang dimaksud disampaikan ke berada dalam meningkatnya ketegangan pada kawasan meskipun terdapat MoU, yang tersebut berdasarkan kesepakatan itu, Negeri Paman Sam kemudian Iran diharapkan untuk mengatur perundingan di waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final.
AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran di beberapa hari terakhir, sementara Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan lalu infrastruktur Negeri Paman Sam di dalam kawasan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum serta Internasional Kazem Gharibabadi mengungkapkan bahwa Iran telah lama berhenti memenuhi kewajibannya berdasarkan MoU dengan AS, seraya menuding Washington melanggar komitmennya di kesepakatan tersebut.











