DKI Jakarta – PP PBSI menjadikan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 sebagai salah satu event pemantauan pemain muda potensial untuk menguatkan regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja memaparkan kejuaraan kategori junior bertaraf internasional seperti Jaya Raya Junior memiliki peran penting untuk memberi pengalaman berlaga sekaligus membuka ruang bagi tim pemandu bakat di meninjau kemungkinan atlet-atlet muda.
“Kejuaraan seperti ini harus didukung. Semoga ke depan mampu semakin dikenal ke seluruh bola lalu disertai atlet dari Eropa dan juga AS. Dari kelompok pemandu bakat PBSI, teristimewa ke sektor ganda, sejumlah bibit-bibit pemain potensial yang mana kelak mampu direkrut ke pelatnas,” kata Ricky pada keterang resmi seusai penutupan kompetisi dalam GOR PB Jaya Raya, Tangerang Selatan, Minggu.
Ketua Lingkup Pembinaan juga Prestasi PP PBSI Eng Hian mengutarakan PBSI juga menurunkan regu pembinaan dan juga prestasi wilayah untuk memantau perkembangan peserta potensial pada kompetisi junior.
Menurut Eng, meningkatnya jumlah total partisipan dari beragam negara dapat memproduksi persaingan semakin kompetitif sehingga membantu mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia.
“Dengan makin banyaknya kontestan dari beraneka negara, kualitas persaingan diharapkan terus meningkat sehingga mampu mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang tersebut siap bersaing dalam level dunia. PP PBSI sudah ada menurunkan Binpresda untuk turut memantau penggawa potensial ke seluruh kejuaraan junior,” ujar Eng.
Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 berakhir dengan PB Jaya Raya pergi dari sebagai juara umum pasca mengoleksi empat peringkat dari 14 nomor yang mana dipertandingkan.
Djarum Kudus lalu Thailand setiap meraih tiga gelar, sedangkan Jepun juga Hong Kong tiap-tiap mengakibatkan pulang dua gelar.
Ketua Umum PB Jaya Raya Susy Susanti menyatakan pencapaian yang disebutkan bermetamorfosis menjadi hasil kerja dengan antara pemain, pelatih, pengurus klub, juga dukungan Yayasan Pembangunan Jaya Raya.
“Kami bersyukur mampu kembali menjadi juara umum. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kemudian kolaborasi yang mana solid antara para pemain, pelatih, pengurus klub, dan juga dukungan penuh dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya,” kata Susy.
Susy memaparkan pihaknya berazam untuk terus mengadakan kompetisi yang disebutkan sebagai wadah bagi para pebulu tangkis divisi junior pada menambah pengalaman berkompetisi di level nasional maupun internasional.
Dari partai final, pemain PB Jaya Raya Muhammad Zilazik Artando Zakaria berubah menjadi salah satu sorotan pasca meraih dua gelar. Zilazik menjuarai ganda putra U-17 dengan Arybka Okta Disabian kemudian ganda campuran U-17 sama-sama Afizzah Rahmadhani.
Gelar Jaya Raya lainnya dipersembahkan Alvin Jefferson Kusuma dari tunggal putra U-17 dan juga pasangan Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang dari ganda putra U-19.
Selain gelar kejuaraan Jaya Raya, delegasi Indonesi juga meraih gelar kejuaraan dari ganda putra U-15 melalui Muhamad Kenzie Iddo Kurniawan/Leo Kenzie Putra Pratama, tunggal putra U-19 melalui Radithya Bayu Wardhana, lalu ganda putri U-19 melalui Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri.















