Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Perkembangan pemain bola basket usia dini terus meningkat di dalam Tanah Air

Perkembangan pemain bola basket usia dini terus meningkat di di Tanah Air

DKI Jakarta – Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri mengatakan perkembangan pemain bola basket usia dini di Nusantara terus meningkat, khususnya pada Pulau Jawa lalu Bali, seiring bertambahnya pembinaan dasar yang digunakan berfokus pada pengembangan individu.

Menurut beliau perkembangan pemain menunjukkan tren positif dengan pusat perkembangan masih didominasi wilayah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan juga beberapa orang area ke Pulau Jawa hingga Bali.

“Kami senangnya adalah bukan ada lagi anak-anak yang tersebut takut bermain bola basket gara-gara menang kalah, itu paling penting sebab ke usia itu memang benar belum saatnya merekan berkompetisi lalu bahkan bermetamorfosis menjadi beban mereka,” kata Dimaz ketika diwawancarai ANTARA pada DBL Academy East Jakarta, Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan dari pemetaan yang dimaksud ada, daerah-daerah yang dimaksud secara konsentris mampu melahirkan pemain muda berbakat yang kemudian menonjol pada level usia senior. Meski demikian, ia menyimpulkan peluang pemain dari wilayah lain juga terus tumbuh seiring meluasnya pembinaan bola basket usia dini.

Terkait kontribusi di pembinaan pemain usia dini, Dimaz menyatakan ketika ini DBL Academy miliki empat cabang, yakni dua pada Surabaya, dan juga masing-masing satu dalam Yogyakarta lalu Jakarta. Kurikulum yang diterapkan bukan hanya sekali berfokus pada peningkatan kemampuan teknis bermain bola basket, tetapi juga pembentukan karakter serta edukasi mengenai nutrisi.

Lebih lanjut mantan pemain CLS Knight yang mana dijuluki raja steal itu menjelaskan, DBL Academy juga menerapkan pendekatan sesuai mini basketball yaitu untuk kelompok usia lima hingga 12 tahun. Sebab selama latihan maupun pertandingan, pasukan pembimbing tidaklah menampilkan skor. Pendekatan yang disebutkan bertujuan menghilangkan tekanan berkompetisi sejak dini agar anak-anak tambahan menikmati rute belajar.

Selain itu, pembinaan dalam akademi lebih banyak sejumlah diarahkan pada pengembangan kemampuan individu, sehingga bisa saja melengkapi latihan di klub yang dimaksud umumnya berorientasi pada permainan tim.

Mantan guard kelahiran Daerah Perkotaan Binjai, Sumatera Utara, itu menambahkan materi dasar seperti passing, dribble, shooting, hingga body movement bermetamorfosis menjadi fondasi utama di langkah-langkah pembinaan.

Sebab kemampuan bergerak seperti berlari, melompat, juga koordinasi tubuh merupakan bekal penting yang digunakan harus dikuasai pemain sebelum memasuki tahapan kompetisi yang digunakan lebih banyak tinggi.

Selaku Basketball Director DBL Academy, Dimaz Muharri juga bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan yang dimaksud diterapkan di dalam seluruh tempat akademi, sekaligus memberikan arahan untuk para instruktur mengenai metode latihan yang sesuai untuk peserta.