DKI Jakarta – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 d Nusa Tenggara Timur dan juga Nusa Tenggara Barat membidik Sumba Timur sebagai etalase sport tourism melalui perpaduan pertandingan olahraga, keindahan alam, kemudian pemberdayaan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Selain sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, PON harus sukses perekonomian yang mana pada dalamnya sukses pariwisata, bagaimana PON ini memberikan dampak ke seluruh pegiat di dalam sektor pariwisata mulai akomodasi, konsumsi, UMKM juga sebagainya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Tanah Air (KONI) Marciano Norman pada penjelasan tercatat ke Jakarta, Senin.
Marciano meninjau Hapu Mbay Hall pada Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Hari Minggu (19/7), yang dimaksud akan berubah menjadi venue tenis meja PON 2028.
“Venue dalam Sumba Timur ini (Hapu Mbay Hall) adalah tempat sangat layak serta ini mampu untuk kompetisi tenis meja, yang mana atlet-atletnya akan senang dikarenakan suasana tempatnya bagus,” ujar Marciano.
KONI akan memohonkan Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesi (PB PTMSI) meninjau Hapu Mbay Hall untuk memberikan rekomendasi teknis mengenai penyempurnaan arena.
Sekretaris Daerah Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu memaparkan pemerintah tempat menyambut positif rencana pemakaian Hapu Mbay Hall sebagai arena pertandingan tenis meja PON 2028.
“Pemerintah area Sumba Timur, pada hal ini Bapak Kepala Kabupaten serta jajarannya menyambut baik wacana Hapu Mbay Hall sebagai venue PON XXII cabang olahraga tenis meja,” kata Umbu.
Pemerintah Daerah Sumba Timur juga meyakinkan ketersediaan penginapan kemudian prasarana pendukung cukup memadai untuk menampung atlet, ofisial, juga pengunjung selama penyelenggaraan pertandingan.















