Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tiada akan pernah bernegosiasi mengenai kemampuan pertahanan dan juga pencegatan dengan pertimbangan bahwa persenjataan rudal Iran telah lama mengurangi negara itu mengalami nasib yang tersebut sebanding seperti Gaza.
Berbicara dengan Utama Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di konferensi pers dalam Islamabad, Pezeshkian mengemukakan Iran bukan akan pernah mendiskusikan kemampuan pertahanan juga daya tangkalnya dengan siapapun juga di situasi apapun.
Pada Selasa (23/6) , Pezeshkian dengan tegas menolak kemungkinan perundingan apa pun terkait kemampuan militer Iran. Dia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara itu sangat penting untuk menyimpan kedaulatan dari berubah-ubah ancaman eksternal.
Presiden Iran menyatakan bahwa kekuatan militer Teheran sudah pernah berfungsi sebagai alat pencegah agresi, kemudian menolak pernyataan agar acara pertahanan negaranya dijadikan unsur perundingan.
“Republik Islam Iran tidaklah akan pernah, di keadaan apa pun, mengadakan pembicaraan dengan pihak mana pun mengenai kemampuan pertahanan lalu pencegahannya,” tegas Pezeshkian.
Dia juga menyalahkan negara-negara Barat yang menggambarkan diri dia sebagai pembela hak asasi manusia. Menurutnya, klaim yang dimaksud tak sejalan dengan tindakan yang mana mereka itu lakukan.














