Ibukota Indonesia – Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan dukungannya terhadap kolaborasi dengan Kanada untuk mengoptimalkan transisi energi juga mewujudkan ketahanan energi dalam Asia Tenggara.
“Dengan kekuatan keduanya, akan muncul potensi nyata memajukan keamanan energi kemudian dekarbonisasi bersama-sama seiring dengan bertumbuhnya kegiatan ekonomi kemudian kesejahteraan,” kata Kao pada dialog strategis ASEAN-Kanada mengenai ketahanan energi di dalam Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan bahwa ASEAN adalah salah satu lingkungan ekonomi paling dinamis untuk penanaman modal serta perubahan energi sedunia, mengingat bertumbuhnya kekuatan perekonomian kawasan akan seiring dengan semakin tingginya permintaan energi.
Sementara, Kanada miliki keunggulan pada energi konvensional dan juga energi bersih seperti migas, LNG, hidrogen, mineral kritis, dan juga pembaharuan energi serta listrik bersih, ucap Sekjen ASEAN.
Sekjen ASEAN mengatakan, ketahanan energi dan juga transisi energi terbarukan jadi semakin mendesak ke sedang konflik di Timur Tengah yang mana mengakibatkan disrupsi rantai pasok juga guncangan dalam lingkungan ekonomi internasional.
Untuk mewujudkan ketahanan energi, ASEAN diperlukan melakukan diversifikasi pada lingkup sumber energi, rantai pasok, serta teknologi, dengan menguatkan kemitraan baik dengan sesama negara anggota ASEAN maupun dengan mitra eksternal, kata dia.
Terlebih lagi, upaya menyeluruh mewujudkan ketahanan energi juga transisi energi melalui beraneka pendekatan “memerlukan pembangunan ekonomi yang dimaksud tidak ada akan sanggup dijalankan sendiri oleh belaka satu negara”.
Kao pun melakukan konfirmasi ASEAN serta Kanada telah dilakukan menjalin kerja serupa pada transisi energi, salah satunya dekarbonisasi lapangan usaha dan juga penangkapan kemudian penyimpanan emisi karbon (carbon capture and storage).
“Peluang kita ketika ini tak cuma untuk melakukan transisi energi, tetapi untuk menjamin energi kawasan masih aman, terjangkau, dapat diandalkan, serta semakin berkelanjutan,” demikian Kao.
Dalam kesempatan yang digunakan sama, Asisten Wakil Menteri urusan Indo Pasifik pada Global Affairs Canada Weldon Epp menyampaikan pihaknya sudah pernah berkontribusi hingga jutaan dolar untuk mengupayakan transisi energi di ASEAN.
Melalui ASEAN-Canada Trust Fund, Kanada telah lama berkontribusi di proyek terkait penangkapan lalu pemanfaatan emisi karbon senilai 1,38 jt dolar Kanada sama-sama dengan Pusat Energi ASEAN.
Sementara, partisipasi senilai 2 jt dolar Kanada juga telah lama diberikan untuk Dana Konektivitas Wilayah (RCF), sebuah inisiatif dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) di memverifikasi keberlanjutan proyek sistem jaringan listrik (power grid) di dalam ASEAN, kata dia.














