Ibukota – Pembimbing anyar Persija DKI Jakarta Shin Tae-yong (STY) menegaskan ingin timnya dihuni oleh atlet berkarakter untuk mengarungi kompetisi musim 2025/2026.
Dikutip dari laman resmi I.League, Kamis, STY menginginkan pemain yang mana ia latih miliki mentalitas lalu kemauan untuk berjuang demi tim.
Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu melanjutkan pemain yang ia pilih harus miliki semangat pengorbanan lalu etos kerja lebih tinggi di dalam menghadapi lapangan.
Menurutnya pada masa kini pada sepak bola modern, kerja kolektif serta intensitas permainan berubah menjadi fondasi utama yang dimaksud menentukan keberhasilan sebuah tim.
“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang digunakan merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang mana kaku (sombong), bukan mau berkorban untuk tim, hanya saja berdiri diam juga tak berlari keras ke lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidaklah akan saya pilih. Itulah filosofi yang digunakan saya pegang di sepak bola,” kata STY.
Mantan pembimbing Timnas Tanah Air itu menjelaskan bahwa bentuk nyata dari pengorbanan yang disebutkan adalah kesediaan pemain untuk bekerja pada bermacam situasi, contohnya membantu pertahanan walaupun berada ke sikap menyerang.
Ia mengkaji hal itu sebagai indikator penting untuk meninjau seberapa besar komitmen manusia pemain terhadap kepentingan grup di dalam menghadapi kepentingan pribadi.
“Maksud dari mau berkorban untuk kelompok adalah meskipun beliau berada di kedudukan paling depan (striker), sewaktu beliau kehilangan bola, ia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, kemudian membawanya lagi,” ucapnya.
Selain itu, ia menafsirkan bahwa merancang pasukan yang kuat tidak ada belaka bergantung pada kualitas individu pemain, tetapi juga pada kesamaan visi serta kesadaran kolektif untuk berjuang bersama
“Tentu tidaklah mampu dilaksanakan setiap saat, tapi jikalau hal seperti itu muncul satu atau dua kali hanya demi tim, itu akan menciptakan seluruh pemain berubah jadi satu juga berlari keras bersama,” katanya.











