Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (23/6) bersikeras bahwa Iran akan mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negara itu meskipun Teheran membantahnya.
Trump mengutarakan para inspektur nuklir yang dimaksud akan berada pada lapangan “pada waktu yang tersebut tepat.”
Berbicara terhadap para wartawan, Trump mengkritik klaim Iran yang digunakan menyatakan tidaklah ada kunjungan terjadwal bagi inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), meskipun sebelumnya Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengumumkan bahwa Iran telah dilakukan setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali memasuki negara tersebut.
“Mereka salah. Mereka salah. Mereka tahu bahwa merek salah,” kata Trump. “Mereka telah memberi tahu kami secara internal serta kami yakin 100 persen, akan ada inspeksi.”
“Jika merek benar, saya akan membatalkan pertemuan-pertemuan itu sekarang juga,” tambahnya.
Saat ditanya kapan para inspektur akan diizinkan memasuki Iran, Trump menjawab, “Pada waktu yang tersebut tepat. Tidak penting terburu-buru.”
“Kami sedang menimbulkan kesepakatan luar biasa dengan Iran. Kami menimbulkan kesepakatan yang tersebut akan menyimpan keamanan negara kami lalu dunia, dikarenakan kami tidak ada akan membiarkan Iran miliki senjata nuklir, kemudian mereka tahu itu, juga mereka setuju dengan hal tersebut,” ujar Trump.
Sementara itu, Wapres JD Vance, Mulai Pekan (22/6) mengemukakan bahwa Iran sudah menyetujui untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali masuk ke negara itu.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah dilakukan memproduksi komitmen baru apa pun terkait inisiatif nuklir merekan maupun inspeksi internasional.
Secara terpisah, pada pidatonya di dalam Pennsylvania, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah lama setuju untuk “tidak pernah miliki senjata nuklir.”
“Kami meninggalkan mereka itu tanpa kapasitas nuklir apa pun, juga mereka telah lama menyetujui hal itu. Hubungan kami juga berjalan cukup baik. Meskipun, jikalau Anda membaca media berita palsu, Anda tidak ada akan pernah mengetahuinya,” kata Trump.
“Kami baru sekadar mencapai kesepakatan damai bersejarah dengan Iran untuk mengakhiri konflik di dalam Selat Hormuz.”
Trump juga mengeklaim bahwa tercipta rekor 19 jt barel minyak melintasi Selat Hormuz pada hari Senin.














