Ibukota Indonesia – Yonex-Sunrise Doubles Special Championships Presented by Candra Wijaya memperluas wadah pembinaan pemain muda setelahnya tumbuh dari kejuaraan ganda putra berubah menjadi perlombaan khusus yang tersebut juga mengadu ganda putri kemudian ganda campuran.
Legenda bulu tangkis Nusantara Candra Wijaya menyatakan perluasan nomor pertandingan yang disebutkan berubah menjadi bagian dari upaya menyimpan kesinambungan prestasi Indonesia di dalam sektor ganda.
“Turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships tidak ada sekadar berubah menjadi event kompetisi, tetapi juga sarana menjaring serta membina talenta-talenta muda yang diharapkan mampu memulihkan dominasi Indonesi di dalam panggung dunia,” kata Candra di keterangan resminya, Jumat.
Kejuaraan itu pertama kali dilakukan pada 2009 dengan nama Yonex-Sunrise Men’s Doubles Championships akibat semata-mata mengadu nomor ganda putra.
Sejak 2015, kompetisi yang dimaksud berganti nama berubah menjadi Yonex-Sunrise Doubles Special Championships pasca nomor ganda putri kemudian ganda campuran turut dipertandingkan.
Pada edisi 2026, kompetisi itu mengadu ganda putra, ganda putri, juga ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, kemudian U-19, juga kategori ganda putra serta ganda campuran dewasa.
Candra mengumumkan pembinaan sektor ganda harus terus diperkuat lantaran nomor yang disebutkan selama ini berubah menjadi salah satu penyumbang utama prestasi bulu tangkis Tanah Air di beraneka turnamen internasional.
Ia mengingatkan, dari delapan medali emas Olimpiade yang dimaksud diraih Indonesi sepanjang sejarah, lima di antaranya berasal dari sektor ganda.
Mantan pebulu tangkis ganda putra Nusantara Sigit Budiarto mengutarakan konsistensi penyelenggaraan kejuaraan yang disebutkan menjadi penting sebab pemain muda membutuhkan ruang berjuang yang mana berkelanjutan.
“Turnamen yang tersebut digagas Candra ini sangat tepat berubah jadi wadah pembinaan, khususnya untuk nomor ganda sejak usia dini. Janji kemudian konsistensi pelopor Candra patut didukung,” ujar Sigit.
Sigit, yang digunakan bersatu Candra meraih gelar kejuaraan juara globus 1997 di dalam Glasgow, Skotlandia, mengemukakan mencetak pemain berkualitas membutuhkan langkah-langkah panjang lalu tiada bisa jadi dikerjakan secara instan.
Karena itu, ia berharap makin banyak kompetisi sejenis diselenggarakan agar pemain muda mempunyai kesempatan lebih lanjut luas untuk berkembang.
“Semoga ke depannya semakin banyak pertandingan seperti ini dimana pun, yang penting untuk kemajuan bulutangkis Indonesia,” kata Sigit.
Yonex-Sunrise Doubles Special Championships sempat tidaklah diselenggarakan pada 2016 oleh sebab itu kendala arena pertandingan, kemudian kembali berlangsung hingga 2019.
Turnamen yang disebutkan juga sempat tertahan pada 2020 hingga 2022 akibat pandemi Wabah sebelum kembali dilakukan sejak 2023.
Pada edisi ke-14 tahun yang mana bergulir pada Serpong, Tangerang Selatan, Banten, 10-13 Juni itu, para partisipan berkompetisi merebut trofi dengan desain eksklusif serta total hadiah sebesar Rp250 juta.












