Wilayah Moskow – Organisasi Aspek Kesehatan Bumi (WHO) pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa wabah Ebola yang digunakan berlangsung pada Republik Demokratik Kongo merupakan jumlah total perkara terkonfirmasi terbesar sepanjang sejarah pada bulan pertama wabah.
Pemerintah RD Kongo pada Selasa melaporkan jumlah keseluruhan korban meninggal akibat Ebola mencapai 267 orang, sementara total tindakan hukum terkonfirmasi naik berubah jadi 1.048 kasus. Taraf fatalitas ketika ini juga mencapai lebih tinggi dari 25 persen.
“Wabah ini terus meluas … Ini adalah menjadi jumlah keseluruhan persoalan hukum terkonfirmasi terbesar di bulan pertama wabah Ebola di dalam Afrika,” kata Direktur di dalam Departemen Kesiapsiagaan serta Respons Darurat Aspek Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud di dalam Jenewa.
Dia menyimpulkan bahwa pengawasan epidemiologi dalam RD Kongo wajib ditingkatkan, termasuk ke daerah-daerah tempat perkara belum dilaporkan. Abdirahman juga menambahkan bahwa 84 persen hunian tempat tidur rumah sakit sudah terisi.
Hal tersebut, kata dia, bertujuan untuk menjamin bahwa wabah Ebola tiada mengganggu seluruh sistem kesehatan negara, sekaligus untuk menyediakan “perawatan kesehatan selain Ebola”.
WHO pada Mei 2026 menetapkan wabah Ebola di dalam RD Kongo kemudian Uganda bermetamorfosis menjadi status darurat yang mana berisiko mengancam negara lain. Badan PBB itu mengkaji risiko penyebaran lebih besar lanjut dalam kawasan yang disebutkan tergolong tinggi.











