Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Wakil Jaya Raya tambah padat di 16 besar Junior GP

Wakil Jaya Raya tambah padat di 16 besar Junior GP

DKI Jakarta – Wakil PB Jaya Raya menambah duta ke sesi 16 besar Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 pasca Arven Naufal Renaldi, Miftaqul Putri Ayudis, juga Zamraliani Afianto mengamankan kemenangan pada laga masing-masing.

Arven, yang tersebut merupakan unggulan ke-11 tunggal putra U-17, menyusul langkah Alvin Jefferson Kusuma pasca menundukkan rekan seklubnya, Muhammad Faiz Musgamy, dengan skor 21-12, 22-20 pada GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Kamis.

“Gim pertama saya dapat ambil akibat lawan kurang berani saja. Saya lebih lanjut percaya diri oleh sebab itu lawan sesama Jaya Raya,” ujar Arven di penjelasan resmi seusai pertandingan.

Arven mengemukakan hasil tahun lalu, ketika langkahnya terhentikan dalam perempat final, berubah menjadi motivasi untuk tampil lebih besar baik pada edisi kali ini.

“Tahun berikutnya terhambat di dalam delapan besar juga kali ini harus lebih banyak baik. Istirahat yang cukup kemudian atur strategi lagi,” kata Arven.

Dari sektor tunggal putri U-19, Miftaqul Putri Ayudis juga menjamin tempat ke fase berikutnya pasca mengalahkan Ratifah Badriah dengan skor 21-18, 21-16.

Meski menang dua gim langsung, Miftaqul mengaku belum sepenuhnya puas lantaran sempat kehilangan fokus ketika berupaya menyelesaikan pertandingan lebih lanjut cepat.

“Awalnya telah bagus, tapi saya malah tidaklah fokus serta mau selesai cepat saja. Kurang sabar juga harus lebih banyak tenang lagi,” ujar Miftaqul.

Miftaqul menyatakan persaingan pada kelompok U-19 terpencil lebih banyak ketat sehingga membutuhkan kesiapan yang tambahan matang.

“Targetnya juara, tapi di dalam U-19 persaingan lebih banyak ketat dan juga persiapannya harus tambahan baik dari sebelumnya,” kata Miftaqul.

Sementara itu, Zamraliani Afianto melaju ke sesi 16 besar pada nomor tunggal putri U-17 setelahnya mengalahkan Aisyah Anindya Rubiyanto 21-14, 21-17.

Zamraliani mengemukakan sempat merasakan tekanan sebab harus menghadapi sesama pemain Indonesia. Namun, ia mampu mengundurkan diri dari dari situasi yang dimaksud dengan bermain lebih besar sabar.

“Agak deg-degan lantaran bermain dengan sesama pemain Indonesia. Tetapi senang sanggup menang. Saya tak boleh terburu-buru menyelesaikan pertandingan juga harus lebih lanjut sabar,” ujar Zamraliani.

Untuk menghadapi pertandingan berikutnya, Zamraliani memilih fokus memulihkan status agar dapat tampil tambahan baik.

“Buat pertandingan besok, saya mau istirahat yang tersebut cukup, makan enak dan juga harus tampil bagus. Mau tambahan bagus dari tahun sesudah itu saja,” kata Zamraliani.