Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Tawuran remaja resahkan warga di dalam Rawa Buaya Jakbar

Tawuran remaja resahkan warga ke di Rawa Buaya Jakbar

Ibukota – Warga dalam Jalan Bojong Raya, Rawa Buaya, Cengkareng, DKI Jakarta Barat (Jakbar), mengaku resah akan tawuran remaja yang dimaksud muncul di dalam kawasan tersebut.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), dua kelompok remaja terlihat saling serang di berada dalam jalan dengan menggunakan senjata tajam, kemudian membubarkan diri pada Rabu (1/7) dini hari.

Warga RW 04 Rawa Buaya, M Solahudin menyatakan warga kian resah dengan adanya insiden tersebut.

Dia juga menyayangkan terjadinya tawuran antarremaja itu, karena pihak lingkungan sama-sama aparat gabungan telah dilakukan melakukan langkah antisipasi, namun kejadian itu kembali terjadi.

“Sebenarnya, dari kemarin kami telah antisipasi juga melakukan patroli dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Citra Bhayangkara, juga jajaran keamanan RT serta RW. Tapi sekarang muncul lagi tawuran antarremaja,” ujar Solahudin ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Jalan Bojong Raya memang benar kerap berubah menjadi titik rawan bentrokan atau tawuran.

Berdasarkan informasi dari pengurus RT setempat, kata Solahudin, para pelaku yang tersebut bertikai itu dipastikan bukanlah merupakan warga lingkungan sekitar.

“Lokasi ini memang benar banyak dijadikan tempat tawuran. Menurut Pak RT, merek bukanlah warga sini, melainkan kelompok remaja yang digunakan datang dari luar wilayah (melintas),” kata Solahudin.

Akibat tawuran itu, satu khalayak remaja dilaporkan mengalami luka bacok. Namun, hingga ketika ini belum diketahui secara pasti identitas maupun status terkini orang yang terluka tersebut.

Solahudin pun berharap agar aparat penegak hukum memberikan perhatian lebih banyak terhadap kerawanan dalam wilayah tersebut. Warga juga mengajukan permohonan agar diwujudkan peningkatan intensitas patroli untuk meredam tindakan kriminal jalanan itu.

“Jadi, kami selaku warga, berharap keamanan kemudian aparat penegak hukum mampu berubah menjadi perhatian,” ungkap Solahudin.