Ibukota – Polres Metro DKI Jakarta Timur (Jaktim) menyelidiki dugaan intimidasi yang tersebut dialami pribadi peniaga buah dalam Pasar Induk Kramat Jati, yang mana diduga dijalankan oleh manusia oknum perwira polisi.
“Kami telah mendapatkan informasi yang tersebut telah dilakukan beredar dari beragam media sosial terkait hal tersebut. Tentunya, kami akan menelusuri kebenarannya, apakah memang sebenarnya seperti yang mana disampaikan pada media sosial,” kata Kasi Humas Polres Metro Ibukota Timur AKP Made Budi di dalam Jakarta, Jumat.
Dia pun meyakinkan pihaknya melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk menegaskan fakta yang mana sebenarnya.
Menurut Budi, langkah-langkah pendalaman dilaksanakan dengan memeriksa seluruh pihak yang digunakan berkaitan dengan insiden tersebut. Polisi akan memohonkan keterangan, baik dari peniaga maupun anggota yang bertugas ke lokasi.
Dia menyebutkan anggota yang bersangkutan dengan perkembangan yang disebutkan merupakan manusia perwira yang tersebut bertugas dalam kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
“Anggota kepolisian yang dimaksud bertugas pada lokasi juga pedagang yang mana berada di dalam area akan kami minta pernyataan mengenai seperti apa permasalahan yang digunakan terjadi. Anggota yang disebutkan memang benar manusia perwira juga bertugas dalam area itu,” jelas Budi.
Lebih lanjut, penyidik juga memohonkan informasi dari pedagang sebagai pihak yang tersebut melaporkan dugaan intimidasi. Hal ini dilaksanakan agar tahapan klarifikasi berlangsung objektif serta mendapatkan penjelasan dari kedua belah pihak.
Polres Metro Ibukota Indonesia Timur segera memproses persoalan yang dimaksud sesuai mekanisme yang digunakan berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran di lingkungan kepolisian.
“Kami akan melakukan pemanggilan. Apabila ada informasi tambahan lanjut, kita sampaikan, semua akan diproses, dan juga kami mengajukan permohonan keterang dari kedua belah pihak,” ucap Budi.
Sebelumnya, manusia penjual buah ke Pasar Induk Kramat Jati, DKI Jakarta Timur, mengaku mendapatkan intimidasi yang dimaksud diduga direalisasikan oleh manusia oknum perwira polisi.
Pedagang buah bernama Sutrisno itu menceritakan awalnya ia sedang melayani pembeli sekaligus mengatur barang dagangannya yang tersebut baru diturunkan dari kendaraan untuk dimasukkan ke di lapak.
“Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang nanti akan saya pindahkan oleh sebab itu saya bukan ada anak buah serta pada waktu itu sedang serangkaian bongkar muat,” kata Sutrisno ke Pasar Induk Kramat Jati, Ibukota Indonesia Timur, Jumat.
Dia pun mengaku sudah ada menyampaikan hal sama untuk tim bahwa barang dagangannya segera dipindahkan setelahnya rute pelayanan pembeli selesai.
“Tetapi saya malah dimaki-maki serta disebut ngeyel dikarenakan dianggap telah beberapa kali ditegur,” ujar Sutrisno.














