Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Suriah gagalkan pemboman bus dalam sedang kerawanan keamanan pada Damaskus

Suriah gagalkan pemboman bus di sedang kerawanan keamanan pada Damaskus

Damaskus – Pihak berwenang Suriah pada Hari Jumat mengklaim bahwa dia telah dilakukan menggagalkan upaya pengeboman terhadap sebuah bus penumpang pada pinggiran Damaskus, insiden keamanan terbaru pada rangkaian kejadian yang digunakan telah dilakukan mengguncang ibu kota serta sekitarnya pada beberapa hari terakhir.

Saluran televisi kelolaan pemerintah Suriah, al-Ikhbariya TV, melaporkan bahwa pasukan keamanan menemukan sebuah alat peledak yang tersebut dipasang ke pada sebuah bus di dalam wilayah al-Wurud, barat laut Damaskus, sebelum sempat meledak.

Tim teknik berhasil melepas dan juga mengeluarkan alat peledak itu tanpa memunculkan kerusakan.

Upaya pengeboman yang dimaksud terjadi pasca tiga personel keamanan terluka di serangan pada hari terakhir pekan di dalam sebuah pos pemeriksaan dalam Jaramana, pinggiran Damaskus.

Menurut kantor berita Suriah, SANA, dua pria yang dimaksud mengendarai sebuah sepeda gowes motor dihentikan untuk pemeriksaan identitas rutin sebelum salah satu dari merekan melemparkan dua granat tangan ke arah personel keamanan, sehingga mengakibatkan tiga tim terluka. Otoritas belum mengumumkan apakah para dituduh sudah ditangkap.

Pada Kamis (2/7), insiden pengeboman di sebuah kafe dalam dekat Istana Keadilan (Justice Palace) dalam pusat Damaskus menewaskan sembilan pemukim kemudian melukai 20 lainnya.

Otoritas di negeri menyampaikan insiden itu sebagai serangan teroris yang digunakan melibatkan alat peledak rakitan seberat sekitar 1 kilogram serta berisi serpihan logam. Tim forensik sedang meninjau rekaman kamera pengawas serta mewawancarai beberapa saksi, kata pihak otoritas.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab melawan ketiga insiden tersebut, kemudian pihak otoritas belum mengindikasikan apakah insiden-insiden itu saling berkaitan.

Insiden beruntun ini terjadi saat otoritas Suriah terus berupaya menjaga stabilitas setelahnya transisi urusan politik yang muncul menyusul runtuhnya pemerintahan sebelumnya pada akhir 2024.