Ibukota – Kepolisian mendalami motif pria berinisial MY (34), pelaku teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, DKI Jakarta Selatan, setelahnya berhasil diamankan di dalam sekitar tempat kejadian kejadian, Senin.
“Untuk motif sampai ketika ini kami masih dalami. Kami akan melibatkan psikologi forensik lalu juga menggunakan atau menerapkan scientific crime investigation,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan, Ipda Alpino De Tech di Polres Metro Jaksel, Senin.
Alpino menjelaskan MY yang mana bekerja sebagai wiraswasta berhasil diamankan di rumahnya yang tersebut tak terpencil dari tempat kejadian perkara (TKP) sekolah. Pelaku juga tak memberikan perlawanan ketika ditangkap.
“Terduga pelaku kami amankan pukul 12.20 Waktu Indonesia Barat pada Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, DKI Jakarta Selatan,” katanya.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita barang bukti sebagai handphone yang dimaksud dimiliki pelaku.
“Untuk handphone terduga pelaku kami akan lakukan digital forensik,” kata dia.
Kepolisian menelusuri dugaan teror bom di dalam SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Ibukota Indonesia Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Polisi menerima laporan teror bom pada pukul 07.30 WIB, ketika siswa juga guru ke sekolah yang disebutkan sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.
Teror berawal dari arahan pribadi melalui program WhatsApp yang dimaksud diterima guru kelas 1 serta staf Tata Usaha (TU).
Adapun isi instruksi WhatsApp yang disebutkan yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah serta mengajukan permohonan pihak sekolah bukan melapor ke polisi.
Pihak sekolah kemudian melaporkan ancaman yang dimaksud terhadap kepolisian yang segera melakukan penyisiran.















