Beijing – Kementerian Luar Negeri China menegaskan hubungan dengan Indonesia permanen terjalin baik serta kerja identik kedua negara terus berkembang, menyusul beredarnya beragam penafsiran pada media sosial terkait pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan serius Hari Koperasi Nasional ke-79.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan pemerintah China telah lama mencermati bervariasi pemberitaan mengenai pidato Presiden Prabowo pada Jakarta, Hari Minggu (12/7), yang kemudian memunculkan beragam komentar dalam media sosial China.
“China telah dilakukan mencermati pemberitaan-pemberitaan terkait. Penafsiran oleh media-media tertentu yang dimaksud terbukti sebanding sekali tak sesuai dengan fakta. China lalu Tanah Air adalah tetangga yang tersebut bersahabat juga mitra kerja identik pembangunan yang dimaksud penting bagi satu identik lain,” kata Lin Jian pada konferensi pers ke Beijing, Kamis (16/7).
Lin menegaskan bahwa hubungan perdagangan lalu penanaman modal antara kedua negara selama ini dibangun berhadapan dengan dasar saling menguntungkan.
Ia juga mengutip pernyataan pemerintah Nusantara yang tersebut berulang kali menyampaikan komitmen untuk memperdalam kerja identik dengan China, teristimewa ke bidang rantai sektor lalu rantai pasok, sekaligus menyambut pembangunan ekonomi perusahaan-perusahaan China di dalam Indonesia.
“Kami meyakini bahwa China kemudian Indonesia, sebagai dua negara berprogres yang besar, miliki prospek kerja identik yang tersebut menjanjikan, kemudian bahwa Nusantara akan terus melindungi hak juga kepentingan sah perusahaan-perusahaan China dan juga menciptakan lingkungan yang mana kondusif bagi penanaman modal juga kegiatan operasional dia pada sana,” ujar Lin.
Pernyataan yang disebutkan disampaikan sebagai respons berhadapan dengan beraneka ramalan yang muncul pasca pidato Presiden Prabowo pada peringatan serius Hari Koperasi Nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menggambarkan pentingnya menjaga kepentingan nasional melalui ilustrasi mengenai tamu yang dimaksud datang untuk berdagang.
“Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang mana enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke di tempat ini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” ujar Prabowo tanpa mengatakan negara tertentu.
Presiden juga mengungkapkan warga Tanah Air dikenal memiliki sifat ramah dan juga terbuka terhadap para tamu. Bahkan, menurutnya, penduduk mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk tamu meskipun memiliki keterbatasan.
“Walaupun kita tidak ada punya kopi, tiada punya gula, kita persilahkan. Kalau wajib kita ke tetangga pinjam gula dan juga kopi,” katanya. Prabowo kemudian menambahkan bahwa sikap menghormati tamu yang disebutkan bukan terus-menerus memperoleh balasan yang tersebut sepadan dari pihak yang datang.
Potongan video pidato itu kemudian beredar luas pada media sosial China kemudian memunculkan beraneka komentar yang dimaksud mempertanyakan apakah pernyataan Presiden Prabowo ditujukan untuk China.
Sejumlah komentar pada media sosial menyebut, “Kita tidaklah sanggup percaya Indonesia, dia akan terus menyebabkan masalah,” sementara komentar lain mempertanyakan, “Mengapa berinvestasi pada Indonesia?”
Meski demikian, pemerintah China menegaskan bahwa berubah-ubah penafsiran yang dimaksud tidaklah mencerminkan fakta hubungan bilateral kedua negara yang tersebut selama ini terus tumbuh melalui kerja sejenis perdagangan, investasi, dan juga pembangunan.















