Shanghai – Negara Indonesia resmi bergabung pada Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) yang mana diinisiasi oleh China.
Keikutsertaan Negara Indonesia yang dimaksud ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO pada Kamis (16/6) oleh Menteri Koordinator Lingkup Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan pada Rapat Terbatas pada tanggal 13 Juli yang mana lalu.
“Penandatanganan ini dikerjakan menghadapi arahan Presiden Prabowo untuk menggalakkan pengerjaan perekonomian yang mana mempercepat program penyelenggaraan berkelanjutan dari PBB, lalu berdampak pada kesejahteraan warga ke seluruh dunia,” kata Airlangga di pernyataan tercatat pada Shanghai, Kamis (16/6).
Terdapat 29 negara yang tersebut melakukan penandatangan dokumen establishment WAICO diantaranya Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil Pertama Menteri sekaligus Menteri Kecerdasan Artifisial serta Pembangunan Digital Kazakhstan Zhaslan Madiyev, Wakil Utama Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, Wakil Utama Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin, perwakilan Pakistan, Brazil, Afrika Selatan juga lainnya juga dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
“Indonesia penting terlibat dengan segera pada kerja identik internasional serta tata kelola global tentang Kecerdasan Buatan untuk pengembangan yang dimaksud sehat kemudian ke arah yang bermanfaat, aman, juga adil untuk kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan juga prinsip-prinsip Piagam PBB,” tambah Menko Airlangga.
Dokumen “Agreement on the Establishment of the World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO)” menyatakan bahwa negara-negara penandatangan setuju untuk mendirikan WAICO sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang independen juga diberikan personalitas hukum internasional, dan juga semua negara yang menyetujui secara resmi dokumen perjanjian ini akan berubah menjadi pendiri serta Negara Anggota WAICO.
Menurut perjanjian itu, organisasi ini akan menjunjung tinggi tujuan Piagam PBB, berazam pada konsultasi luas kemudian kontribusi sama-sama demi kegunaan bersama, dan juga menganut pendekatan yang mana berpusat pada manusia.
WAICO juga bertujuan untuk menyokong kerja sebanding internasional dan juga tata kelola global terkait AI, meyakinkan Teknologi AI bermanfaat, aman, juga adil, sehingga memacu perkembangannya yang digunakan fit kemudian tertib demi kebaikan seluruh umat manusia.

Menko Airlangga menegaskan bahwa peluncuran Indonesia sebagai salah satu anggota pendiri (Founding Member) di organisasi yang dimaksud merupakan langkah strategis untuk meyakinkan arah pengembangan tata kelola Kecerdasan Buatan global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach) juga menghadirkan faedah yang digunakan setara bagi seluruh negara, khususnya negara-negara mengalami perkembangan pada memacu kemajuan perkembangan juga meningkatkan peningkatan ekonomi.
“Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berazam untuk mengambil peran berpartisipasi menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the Kecerdasan Buatan divide) dan juga pengelolaan Artificial Intelligence agar lebih lanjut aman (safe), tepercaya (trustworthy), juga beretika (ethical),” tambah Airlangga.
Sebelum penandatanganan, direalisasikan pertandingan dengan Presiden China Xi Jinping dan juga penghadapan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Pembentukan WAICO bersamaan dengan rangkaian acara konferensi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 pada Shanghai.
WAIC pertama kali diselenggarakan pada 2018 sebagai pameran teknologi sekaligus upaya memacu kemitraan global di pengembangan dan juga regulasi AI.
WAIC 2026 dilangsungkan pada tiga tempat kejadian berbeda ke kota Shanghai dengan mengundang 1.400 pembicara dari pada kemudian luar negeri diantaranya 9 peraih penghargaan Novel kemudian Turing Award dan juga pemimpin perusahaan maupun pembuat kebijakan, melibatkan 1.100 perusahaan untuk memamerkan 3.000 barang juga teknologi, diantaranya lebih lanjut dari 300 produk-produk yang digunakan melakukan peluncuran global perdana.
Perusahaan yang dimaksud berpartisipasi satu di antaranya raksasa teknologi CHina seperti Huawei, Alibaba, Baidu, kemudian bermacam perusahaan Teknologi AI China seperti MiniMax, StepFun kemudian Zhipu AI.
Di sektor robotika lalu otomasi, hadir Unitree, Fourier Intelligence, AgiBot, juga startup seperti Zero Degree maupun perusahaan bidang komputasi kemudian chip seperti Oriental Computing (dengan chip 3D pertama di kelasnya), Muxi, Tianshu Zhixin, dan juga Moore Threads.
Tahun 2026 ke China disebut sebagai tahun pertama penerapan agen Artificial Intelligence (AI Agent), pada mana Artificial Intelligence beralih dari sekadar kemampuan berbicara berubah jadi produktivitas nyata, yaitu mengerjakan tugas secara mandiri.
Tren besar lainnya adalah pengembangan embodied AI atau kecerdasan buatan pada bentuk fisik, seperti robot humanoid yang dimaksud telah mulai bekerja di dalam pabrik serta gudang, tidak belaka sebagai pajangan.














