Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

10 makanan yang tersebut wajib dibatasi bagi pengidap penyakit bubungan ginjal

10 makanan yang dimaksud yang disebutkan wajib dibatasi bagi pengidap penyakit bubungan bubungan ginjal

Ibukota – Pola makan bermetamorfosis menjadi salah satu komponen penting pada melindungi kesehatan ginjal, teristimewa bagi pengidap penyakit bubungan ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD).

Dokter serta ahli gizi menekankan bahwa tiada semua makanan aman dikonsumsi akibat beberapa pada antaranya mengandung natrium, kalium, fosfor, atau protein pada jumlah keseluruhan besar yang digunakan dapat memperberat kerja ginjal.

Lembaga kesehatan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) juga National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa pembatasan makanan bagi penderita penyakit perih harus disesuaikan dengan stadium penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dan juga anjuran dokter atau ahli gizi.

Meski demikian, terdapat beberapa jumlah jenis makanan yang dimaksud umumnya perlu dibatasi atau dihindari. Berikut penjelasannya.

10 makanan yang dimaksud sebaiknya dibatasi pengidap penyakit ginjal

1. Makanan lebih tinggi garam (natrium)

Makanan seperti keripik, makanan cepat saji, mi instan, makanan kaleng, lalu camilan asin mengandung natrium tinggi. Asupan garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah juga menyebabkan penumpukan cairan sehingga memperberat kerja ginjal.

2. Daging olahan

Sosis, nugget, ham, kornet, dan juga daging asap umumnya mengandung natrium dan juga komponen pengawet yang mana tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada penderita penyakit ginjal.

3. Minuman bersoda, khususnya soda berwarna gelap

Sebagian minuman bersoda mengandung tambahan fosfat yang ringan diserap tubuh. Pada penderita penyakit ginjal, kadar fosfor yang tersebut terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kelainan tulang lalu pembuluh darah.

4. Makanan besar fosfor

Keju, susu besar fosfor, jeroan, dan juga beraneka makanan olahan yang digunakan mengandung tambahan fosfat wajib dibatasi bila kadar fosfor pada darah meningkat. Penumpukan fosfor dapat menyebabkan tulang berubah menjadi rapuh serta membuat masalah mineral tubuh.

5. Pisang

Pisang dikenal kaya kalium. Pada pasien dengan kadar kalium lebih tinggi atau penyakit bubungan stadium lanjut, konsumsi pisang biasanya wajib dibatasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

6. Kentang

Kentang juga mengandung kalium cukup tinggi. Bila terus ingin mengonsumsinya, beberapa metode pengolahan seperti merebus kemudian merendam dapat membantu menghurangi isi kalium, meskipun bukan menghilangkannya sepenuhnya.

7. Tomat dan juga item olahannya

Tomat, saus tomat, maupun pasta tomat memiliki komposisi kalium yang dimaksud cukup tinggi sehingga perlu dibatasi pada pasien dengan hiperkalemia atau penurunan fungsi lantai ginjal tertentu.

8. Alpukat

Meski bergizi, alpukat mengandung kalium pada total tinggi. Karena itu, pasien penyakit perih yang mana harus membatasi kalium sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya secara rutin.

9. Kacang-kacangan dan juga biji-bijian

Beberapa jenis kacang serta biji-bijian mengandung fosfor juga kalium yang tinggi. Pada sebagian pasien penyakit ginjal, porsinya wajib disesuaikan agar kadar mineral terus terkendali.

10. Protein berlebihan

Daging merah, ayam, ikan, maupun sumber protein lainnya kekal dibutuhkan tubuh. Namun, pada sebagian penderita penyakit ginjal yang belum menjalani dialisis, konsumsi protein berlebihan dapat meningkatkan produksi limbah metabolisme sehingga membebani ginjal. Jumlah protein sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau ahli gizi.

Selain mengelak makanan tertentu, penderita penyakit bubungan ginjal juga dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan segar, membatasi makanan olahan, dan juga memeriksa isi natrium, kalium, dan juga fosfor pada label kemasan. Pengaturan cairan harian juga harus disesuaikan dengan kondisi setiap-tiap pasien.

Ahli menegaskan bahwa tiada semua penderita penyakit bubungan ginjal memiliki pantangan yang mana sama. Pembatasan kalium, fosfor, maupun protein bergantung pada stadium penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, juga terapi yang mana dijalani. Oleh akibat itu, inovasi pola makan sebaiknya dijalankan di bawah pengawasan dokter juga ahli gizi agar permintaan nutrisi masih terpenuhi tanpa memperburuk fungsi ginjal.