Samarinda – Borneo FC sukses mengamankan poin penuh usai menaklukkan Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada lanjutan Super League 2025/2026 dalam Stadion Segiri, Samarinda, Selasa.
Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh ujung tombak Mariano Peralta pada menit ke-38 serta pemain substitusi Muhammad Sihran pada menit ke-88.
Kemenangan ini menimbulkan tensi perebutan takhta juara semakin sengit oleh sebab itu Borneo FC pada saat ini mengoleksi 72 poin, jumlah keseluruhan yang identik persis dengan sang pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang dimaksud dalam laga sebelumnya juga menang tipis satu gol tanpa balas berhadapan dengan PSIM Yogyakarta.
Dengan semata-mata tiga laga tersisa, setiap poin sekarang berubah jadi biaya terhenti bagi anak asuh Fabio Lefundes jikalau ingin mengangkat trofi ke akhir musim.
Tampil pada depan ribuan pendukung fanatiknya, Borneo FC segera mengambil inisiatif serangan sejak peluit kick-off dibunyikan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan untuk membongkar pertahanan rapat Laskar Cisadane yang tersebut menumpuk pemain pada lini belakang.
Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-22. Kaio Nunes mengurangi tembakan keras dari pada kotak penalti, namun kiper Persita Igor Rodrigues tampil gemilang dengan menentang bola yang mana mengarah ke sudut gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Berawal dari kesalahan bek Persita Muhammad Toha, Mariano Peralta mampu merebut bola serta melegakan penyelesaian ke jala lawan.
Persita sempat berupaya membalas sebelum turun minum. Lewat skema serangan balik cepat, Zulfan Djiaulhaq melegakan sundulan tajam, namun mampu diantisipasi penjaga gawang Nadeo Argawinata.
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan masih tinggi. Fabio Lefundes tampak menginstruksikan pemainnya untuk mengejar gol kedua guna mengunci kemenangan lebih tinggi awal.
Di sisi lain, Persita mulai berani mengundurkan diri dari menyerang kemudian beberapa kali sempat merepotkan barisan pertahanan tuan rumah yang mana digalang Christophe Nduwarugira.
Petaka bagi regu tamu berlangsung pada menit ke-58 pasca Ricardo Rodríguez harus meninggalkan lapangan lebih tinggi cepat akibat diganjar kartu merah oleh wasit. Unggul total pemain menimbulkan Borneo FC tampil lebih banyak leluasa di menekan pertahanan Laskar Cisadane.
Meski dominan, Borneo baru mampu menambah keunggulan mendekati akhir laga. Muhammad Sihran yang masuk sebagai tenaga baru di fase kedua, sukses menggandakan skor pada menit ke-88. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 untuk keunggulan Borneo FC terus bertahan.
Hasil minor ini menyebabkan Persita Tangerang masih tertahan ke sikap ke-9 klasemen sementara. Sementara bagi Borneo FC, kemenangan ini berubah menjadi suntikan mental yang tersebut sangat krusial sebelum menghadapi partai-partai penentuan di pengujung musim yang digunakan akan menentukan nasib mereka sebagai calon juara.











