Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Cesc Fabregas dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A setelah kebangkitan menakjubkan Como

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas resmi dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025-26 setelah menjalani kampanye bersejarah bersama Como. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menerima penghargaan bergengsi tersebut di Gran Gala del Calcio AIC setelah membawa klub ambisius itu lolos ke Liga Champions.

Pengakuan bersejarah untuk mantan maestro lini tengah

Fabregas telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu manajer muda paling menarik di Eropa setelah dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A untuk musim 2025-26. Pria Spanyol itu menerima penghargaan individu tertinggi tersebut dalam ‘Gran Gala del Calcio AIC’, sebuah seremoni yang merayakan sosok-sosok terbaik di sepakbola Italia.

Penghargaan itu menjadi pengakuan resmi atas kerja taktis luar biasa yang diterapkan Fabregas di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Setelah mengakhiri karier bermainnya bersama Como di Serie B pada musim panas 2023, ia memainkan peran penting sebagai pelatih interim dalam membawa klub itu promosi sebelum resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada musim panas 2024. Sejak mengambil kendali penuh, ia telah mengubah Como dari tim yang secara tradisional berkutat dengan ekspektasi kasta bawah menjadi kekuatan nyata di level teratas sepakbola Italia.

Semusim penuh perlawanan dan mimpi Liga Champions

Pendorong utama di balik penghargaan ini adalah kampanye sensasional Como musim lalu, ketika mereka mengamankan finis bersejarah di peringkat keempat dan meraih kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya. Membangun dari musim pertama yang solid di kasta teratas di bawah Fabregas, yang membuat mereka finis di posisi ke-10 pada 2024-25, tim asal Lombardy itu melampaui semua ekspektasi untuk menantang elite tradisional. Fabregas merancang laju yang mengganggu tatanan mapan sepakbola Italia, membuktikan bahwa proyek ambisius bisa membuahkan hasil instan di bawah kepemimpinan yang tepat.

Como membawa momentum positif itu ke musim baru Serie A, dengan awal kampanye yang mengesankan. Tim asuhan Fabregas meraih hasil imbang 1-1 yang diraih dengan susah payah saat bertandang ke markas Udinese pada laga pembuka sebelum mengamankan kemenangan 2-1 yang menjadi pernyataan atas Napoli, yang semakin menegaskan status mereka yang terus berkembang di antara elite Italia.

Membangun dengan bertumpu pada pemain muda dan inovasi taktis

Salah satu ciri khas era Fabregas adalah komitmennya yang tak tergoyahkan untuk mengembangkan talenta muda. Pelatih asal Spanyol itu terkenal membangun proyek taktisnya di sekitar kemampuan kreatif Nico Paz, yang benar-benar berkembang pesat di bawah arahannya. Gelandang serang muda itu menikmati musim yang gemilang pada musim lalu, tampil dalam 40 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 13 gol dan menyumbang delapan assist.

Namun, ganjaran terbesar bagi Fabregas dan Como adalah keberhasilan bersejarah mereka lolos ke Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi fase liga delapan pertandingan yang mendebarkan. Tim Italia itu akan menjamu Paris Saint-Germain, Manchester United, Leipzig, dan AEK Athena di Stadio Giuseppe Sinigaglia, serta menjalani lawatan tandang yang berat untuk menghadapi Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan Lens.

Ambisi yang tak terbendung

Namun, ambisi Fabregas untuk Como jauh melampaui sekadar bersaing di level elite. Sang pelatih bertekad membidik pencapaian yang lebih tinggi lagi musim ini, niat yang terlihat jelas dari aktivitasnya di bursa transfer, yang dipimpin oleh keberhasilan memboyong kiper Robert Sanchez dari Stamford Bridge bersama mantan rekan setimnya di Chelsea, Trevoh Chalobah. Fokus kini beralih ke laga tandang melawan Genoa pada hari Jumat, di mana Fabregas akan mengincar kemenangan lain untuk terus menanjak di klasemen Serie A.