Real Madrid mungkin menikmati bursa transfer musim panas yang produktif, tetapi bayang-bayang dari apa yang bisa saja terjadi masih menyelimuti Santiago Bernabeu. Meski Real Madrid mengawali musim dengan kuat, laporan mengungkap bahwa target utama pilihan Jose Mourinho untuk memperkuat lini tengah adalah bintang Chelsea Enzo Fernandez, yang pindah ke Manchester City.
Perburuan gelandang yang gagal dari The Special One
Terlepas dari awal yang sukses pada musim baru, setup taktik di Real Madrid bisa saja terlihat sangat berbeda andaikan Mourinho berhasil mengamankan target-target utamanya. Pelatih asal Portugal itu dilaporkan mengidentifikasi kebutuhan yang jelas akan tambahan kekuatan di lini tengah, tetapi klub tidak mampu mendatangkan profil spesifik yang ia minta.
Menurut The Athletic, Fernandez adalah target pilihan Mourinho di Real Madrid pada musim panas yang penuh negosiasi berisiko tinggi dan peluang yang terlewat. Pemain internasional Argentina itu dipandang sebagai mesin ideal untuk mendorong transisi lini tengah Mourinho, menawarkan perpaduan determinasi bertahan dan visi kreatif yang sangat disukai mantan bos Chelsea dan Inter tersebut.

Man City memenangi persaingan untuk mendapatkan Fernandez
Saat Real Madrid ragu-ragu, Manchester City bergerak dengan efisiensi tanpa cela untuk mengamankan salah satu talenta paling diburu dalam sepakbola dunia. Juara Premier League itu menuntaskan kesepakatan senilai hampir €150 juta untuk memboyong gelandang tersebut dari Stamford Bridge, sekaligus mengakhiri harapan Mourinho untuk membawa sang pemain ke ibu kota Spanyol.
Transfer ini memiliki bobot historis yang signifikan, karena pemain internasional Argentina itu menjadi pemain pertama yang memiliki dua transfer dalam kariernya dengan nilai di atas €100 juta. Bagi Real Madrid, melihat target utama mereka bergabung dengan rival langsung di Liga Champions adalah pil pahit yang harus ditelan, terlebih jika mempertimbangkan kualitas teknis yang akan ia bawa ke sistem taktik Mourinho.
Bantahan klub dan faktor Rodri
Dalam sebuah kelokan yang menarik dalam saga ini, Real Madrid bergerak cepat untuk menjaga jarak dari laporan yang mengaitkan mereka begitu kuat dengan pemenang Piala Dunia 2022 tersebut. Jajaran petinggi di Bernabeu bahkan sampai merilis pernyataan pers publik yang menyebut mereka tidak tertarik pada sang pemain, sebuah langkah yang kemungkinan dirancang untuk melindungi moral skuad saat ini dan meredam frustrasi staf pelatih.
Frustrasi Mourinho makin bertambah akibat ketidakmampuan klub mengamankan target-target Spanyol papan atas lainnya. Real Madrid juga sangat santer dikaitkan dengan langkah untuk merekrut Rodri, gelandang lain yang sesuai dengan profil pemain idaman Mourinho. Namun, pemain internasional Spanyol itu pada akhirnya memilih kembali ke tanah kelahirannya bersama Barcelona, yang semakin membatasi opsi yang tersedia bagi staf pelatih Madrid.

Stabilitas saat ini ketika Bellingham melangkah maju
Beruntung bagi para pendukung setia Madrid, skuad saat ini mampu menjawab tantangan pada pekan-pekan awal musim. Absennya gelandang bintang baru membuat Jude Bellingham memikul tanggung jawab yang lebih besar, dengan bintang Inggris itu menunjukkan inisiatif luar biasa baik dalam fase menyerang maupun bertahan.
Bellingham telah klop dengan Eduardo Camavinga, menambah stabilitas yang sangat dibutuhkan di lini tengah dan memastikan Real Madrid tetap kompetitif di level tertinggi meski tidak ada rekrutan musim panas di sektor tersebut.










