Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Fenerbahce dan AS Roma bermain imbang setelah duel menghibur; Donyell Malen kembali penting

Fenerbahce vs Roma

Pertemuan Liga Champions yang menghibur antara Fenerbahçe dan AS Roma pada Kamis tidak menghasilkan pemenang. Di Istanbul, tim tamu dari Roma unggul lebih dulu lewat Bryan Cristante, yang mencetak gol setelah menerima umpan dari Donyell Malen. Sesaat setelah jeda, Archie Brown menyamakan kedudukan dan meski kedua tim sama-sama mendapat peluang setelah itu, laga tetap berakhir 1-1.

Tiga dari empat pemain Belanda tampil sejak menit awal di Stadion Sükrü Saracoglu. Nathan Aké menjadi starter untuk Fenerbahçe, sementara Malen dan Devyne Rensch membela warna kebesaran Roma. Bagi Rensch, yang bergelut dengan cedera otot, itu adalah menit pertamanya pada musim ini. Pemain Belanda ketiga di Roma, Marten de Roon, masuk sebagai pemain pengganti sesaat sebelum waktu normal usai.

Setelah fase pembukaan yang tenang, ancaman pertama datang dari Fenerbahçe. Mason Greenwood menemukan Bartug Elmaz, yang percobaannya tidak cukup mengarah ke sudut untuk mengecoh Mile Svilar. Kiper Belgia-Serbia itu tak lama kemudian kembali menyelamatkan Roma, saat ia mampu menepis tembakan melengkung Kerem Aktürkoglu.

Roma merespons lewat Paulo Dybala, yang dengan kaki kanannya yang lebih lemah gagal menaklukkan kiper Ederson. Roma mulai lebih masuk ke dalam pertandingan dan pada akhirnya juga unggul. Setelah melakukan dribel kuat, Malen tak melihat ruang untuk menembak dan mengalirkan bola kepada Cristante, yang sepakan jarak jauhnya tak mampu dibendung Ederson: 0-1.

Fase awal babak kedua tanpa diragukan lagi menjadi milik Fenerbahçe, yang hanya membutuhkan nyaris tiga menit di paruh kedua untuk menyamakan skor. Greenwood menunjukkan kelasnya dengan umpan terobosan cantik kepada Brown, yang dengan cerdik mencungkil bola melewati Svilar: 1-1.

Fenerbahçe sedang berada dalam alurnya dan tak lama kemudian sebenarnya juga harusnya bisa berbalik unggul, ketika N’Golo Kanté mendekati kotak penalti dan bisa memilih di antara dua pemain yang nyaris tak terkawal. Gelandang Prancis itu memilih Vedat Muriqi, yang tembakannya masih gagal melewati Svilar yang tampil gemilang.

Roma kembali mengambil inisiatif dan sempat tampak akan mendapat penalti ketika Dybala dijatuhkan oleh Aktürkoglu. Pelanggaran itu ternyata dilakukan tepat di luar kotak penalti dan karena itu Roma ‘hanya’ mendapat tendangan bebas. Dybala mengeksekusinya dengan cerdas ke arah Malen, yang upayanya menuju tiang jauh diblok.

Dalam duel yang menghibur ini, Rensch tak lama kemudian sangat berharga bagi Roma, dengan menghalau upaya tim Turki sedemikian rupa sehingga Svilar mendapat kesempatan untuk tetap menepis bola yang tampak pasti menjadi gol. Aké pada fase penutup absolut bahkan nyaris membawa skor menjadi 2-1, tetapi sundulannya menghantam mistar.