Ibu Kota Rusia – Amerika Serikat dinilai menghadapi kesulitan melindungi sekitar 50.000 personel militernya di dalam Timur Tengah dari serangan Iran yang tersebut masih miliki persenjataan rudal balistik serta drone di jumlah agregat besar.
Laporan The Wall Street Journal pada Hari Senin mengatakan tiga rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Negeri Paman Sam di serangan terhadap Pangkalan Atmosfer Muwaffaq Salti di dalam Yordania pekan lalu.
Keberhasilan rudal yang disebutkan menembus pertahanan udara Negeri Paman Sam menunjukkan tantangan yang dimaksud dihadapi Washington pada melindungi pasukannya di kawasan, menurut laporan itu.
Mengutip pejabat AS, surat kabar yang dimaksud melaporkan serangan Iran menghantam barak prefabrikasi pada pangkalan yang menampung personel militer AS.
Laporan yang disebutkan juga menyampaikan jenazah individu yang terjebak lain ditemukan dalam pangkalan, namun identitasnya belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 18 Juli mengutarakan dua prajurit Negeri Paman Sam tewas dan juga satu lainnya hilang akibat serangan Iran ke Pangkalan Lingkungan Muwaffaq Salti.
Serangan itu merupakan satu dari tiga serangan rudal yang digunakan berlangsung di kurun 24 jam, menurut pejabat AS.
Sementara itu, CBS News, mengutip Pentagon, melaporkan hampir 100 personel militer Amerika Serikat terluka akibat rangkaian serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika ke Timur Tengah.
Amerika Serikat lalu Iran mengesahkan nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, militer Negeri Paman Sam kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dengan alasan merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial ke Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sebagian pangkalan militer Negeri Paman Sam ke Timur Tengah dan juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan.
Pada 9 Juli, Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara bukan lagi berlaku.













